Kinerja Adhi Karya Bukukan Raport Merah - Laba Bersih Turun 20,17%

NERACA

Jakarta – Perolehan kontrak baru 2014 yang belum mencapai target, rupanya mempengaruhi kinerja PT Adhi Karya Tbk sepanjang 2014. Alhasil, sepanjang tahun lalu laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun 20,17% menjadi Rp 324,07 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 405,97 miliar.

Kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Ki Syahgolang P, rendahnya perolehan kontrak baru dibandingkan tahun sebelumnya memberikan dampak pada penurunan pendapatan usaha dan laba,”Penurunan laba ini diikuti pendapatan turun 11,69% menjadi Rp 8,65 triliun pada 2014. Pada 2013, perseroan masih membukukan kinerja pendapatan Rp 9,79 triliun,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, laba kotor setelah ventura bersama konstruksi turun menjadi Rp 1,01 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,24 triliun. Penurunan diikuti laba usaha yang susut 10% menjadi Rp 738,26 miliar sepanjang 2014. Melihat kinerja itu, laba per saham turun menjadi 179,91 pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya 225,38.

Perseroan mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 9,2 triliun pada 2014 dari target kontrak baru sekitar Rp 10,5 triliun. Kontrak baru itu sebagian besar didominasi oleh proyek swasta/lainnya sebesar 52%, Badan Usaha Milik Negara/Daerah sebesar 24%, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 24%.

Kemudian perolehan kontrak baru Adhi Karya hingga Januari 2015 sebesar Rp 192,0 miliar. Dimana realisasi kontrak baru tersebut diraih melalui perolehan beberapa proyek yang mayoritas terbagi atas jalan dan jembatan sebesar 49% serta sisanya merupakan proyek gedung dan infrastruktur lainnya.

Untuk kinerja Adhi Karya di tahun 2015, target perolehan kontrak baru sebesar Rp 15,2 triliun, di mana lini bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp 12,5 triliun, lini bisnis EPC sebesar Rp 460,1 miliar, pada lini bisnis properti realti sebesar Rp 1,7 triliun, dan lini bisnis precast concrete Rp 479,6 miliar. Sedangkan dari jenis pekerjaan, proyek gedung diperkirakan sebanyak 39%, jalan dan jembatan sebesar 31% dan sisanya adalah proyek infrastruktur lainnya.

Total pendapatan usaha di tahun 2015 direncanakan sebesar Rp 13,2 triliun, dan laba bersih di tahun 2015 ditargetkan sebesar Rp 440,1 miliar, di mana dari total perolehan laba bersih yang direncanakan tersebut, anak perusahaan yang dominan memberikan kontribusi adalah PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6% melalui pengembangan bisnis properti realti.

Capex Adhi Karya di tahun 2015 sebesar Rp 824,7 miliar, terdiri atas investasi pengembangan bisnis properti realti hotel sebesar Rp 566,1 miliar, penyertaan proyek investasi sebesar Rp 202,8 miliar dan pembelian aset tetap sebesar Rp 68,387 miliar. Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari sisa dana hasil penerbitan obligasi yang lalu dan kredit perbankan serta kas internal perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Agresif Membuka Gerai Baru - MAPA Bukukan Laba Bersih Rp 353,41 Miliar

NERACA Jakarta – Di tahun 2018, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencetak laba bersih Rp 353,41 miliar atau naik 20,44%…

Laba Bersih AKR Korporindo Tumbuh 36,88%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membukukan pertumbuhan laba bersih 36,88%. Dalam siaran persnya…

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…