Waskita Kantungi Laba Rp 501,53 Miliar

NERACA

Jakarta - Perusahaan konstruksi milik pemerintah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi laba bersih sebesar Rp501,53 miliar di 2014, atau naik 36,26% dari posisi laba bersih sebesar Rp368,05 miliar di 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, laba bersih per saham perseroan menjadi Rp51,90 per saham di tahun lalu, dibandingkan posisi di 2013 sebesar Rp38,20 per saham. Laba bruto perseroan juga menjadi Rp1,11 triliun di tahun lalu, atau naik 21,89% dari posisi Rp910,69 miliar di 2013. Laba sebelum pajak perseroan juga meningkat jadi Rp939,38 miliar, dari posisi laba sebelum pajak Rp706,89 miliar di 2013.

Sementara itu, laba bersih yang meningkat memberikan imbal hasil yang positif bagi pendapatan. Pendapatan usaha naik 6,19% menjadi Rp10,28 triliun di 2014, dari posisi pendapatan usaha sebesar Rp9,68 triliun di 2013. Sedangkan untuk beban pokok perseroan menjadi Rp9,17 triliun di tahun lalu atau naik 4,56% dari posisi sebesar Rp8,77 triliun di 2013. Adapun hingga akhir 2014, perseroan mencatat total aset menjadi Rp12,54 triliun, atau naik 42,82% dari posisi total aset sebesar Rp8,78 triliun di 2013.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 30%. Target ini akan tercapai target pertumbuhan penjualan sebesar20% dan langkah antisipasi kenaikan biaya ini. Direktur Utama Waskita Karya M Choliq pernah bilang, perseroan telah mengantisipasi kenaikan biaya operasional tahun 2015, sebagai dampak darikenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu upayanya adalahmelakukan kontrak jangka panjang dengan para pemasok, agar harga bisa ditetapkan saat ini juga, dan tidak berubah tahun depan.

Rencananya, tahun ini Waskita akan menaikkan harga karena harga bahan baku juga akan naik. Selain itu, perseroan jugacukup optimistis penjualan tahun 2015 akan tumbuh lebih besar dari tahun 2014, seiring dengan rencanapemerintah mendorong pembangunan infrastruktur.Choliq mengatakan sudah semestinya pemerintah meningkatkan program infrastruktur. Selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, infrastruktur juga merupakan kebutuhan dasar bagi perekonomian.

Untuk mengejar target pertumbuhan penjualan, perseroanmenargetkan bisa menggarap 200 proyek senilai Rp 20 triliun pada tahun ini, sehingga average atau rata-rata Rp 100 miliar per proyek. Perseroan menjadi salah satu dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan penyertaan modal negara (PMN). Nantinya, suntikan modal pemerintah akan di eksekusi disaat perseroan akan menerbitkan saham baru atau rights issue senilai Rp 5,3 triliun.

Dijelaskan, dana yang dibidik dari rights issue Rp 5,3 triliun terdiri dari PMN sebesar Rp3,5 triliun dan sisanya penerbitan saham ke publik. Dana hasil right issue akan digunakan perseroan untuk membangun lima proyek jalan tol baru dan transmisi jaringan listrik di Sumatera. Saat ini, PT Waskita Karya Tbk tengah membangun ruas jalan tol Pejagan- Pemalang, Jawa Tengah dengan nilai investasi sebesar Rp850 miliar.

Jalan tol tersebut, merupakan akses penghubung beberapa kawasan industri ke pelabuhan-pelabuhan sekitar ruas jalan tol dalam mendukung aktivitas ekspor nasional. Disebutkan, dana investasi Rp850 miliar merupakan seksi satu yang luas tolnya mencapai 14,2 kilometer (km), sedangkan seksi II sepanjang 6 km membutuhkan dana sebesar Rp703 miliar. Sehingga total investasi seksi I dan II mencapai Rp2,34 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…

Lippo Insurance Bagi Dividen Rp 48,75 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp48,75 miliar atau…

Lepas 6,2 Juta Saham BSDE - Muktar Widjaja Raup Dana Rp 9,20 Miliar

NERACA Jakarta – Terkoreksinya kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di 2018, membuat emiten properti ini bekerja keras…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…