Laba Bersih Astra Agro Capai Rp 1,8 Triliun

Tahun 2014 lalu, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) meraup laba bersih sebanyak Rp 2,5 triliun pada 2014 atau naik 38,8% dibandingkan 2013 sebesar Rp 1,8 triliun. Sementara itu, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 16,3 triliun atau tumbuh 29,3% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 12,6 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Peningkatan tersebut seiring penjualan Olein sebanyak 255,073 ton sepanjang tahun lalu. Pada periode sama tahun sebelumnya, Astra Agro belum melakukan penjualan Olein. Sementara itu, pada 2014, volume penjualan crude palm oil (CPO) Astra Agro tercatat sebesar 1,37 juta ton atau turun 12,9% dibandingkan 2013 sebesar 1,57 juta ton. Meski demikian, rata-rata harga jual CPO perseroan naik 13,8% menjadi Rp 8.292 dibandingkan sebelumnya Rp 7.277.

Sementara total produksi CPO perseroan sepanjang tahun 2014 mencapai 1,74 juta ton atau meningkat 13,3% dibandingkan 2013 sebanyak 1,54 juta ton. Hal ini ditopang oleh produksi tandan buah segar (TBS) yang meningkat sebanyak 8,6% menjadi 5,5 juta ton. Disebutkan, pertumbuhan produksi TBS perseroan masih terjadi terutama di area Kalimantan sebesar 16,8%, disusul Sumatera dan Sulawesi yang masing-masing naik 2,9% dan 4,2%.

Selain itu, perseroan juga mencatat kenaikan produksi kernel sebesar 13,8% atau menjadi 373,265 ton dibandingkan 2013 sebanyak 328,141 ton. Tahun ini, Astra Agro menganggarkan sekitar Rp 3,5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Sesuai rencana, dana capex digunakan untuk pembangunan 3 unit pabrik di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat. Kapasitas masing-masing pabrik kelapa sawit sebesar 45 ton per jam. (bani)

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…