Ace Jaya Mulai Jajaki Bisnis Properti - Menangkap Peluang Pasar

NERACA

Jakarta – Boomingnya sektor infrastruktur seiring dengan keseriusan pemerintah untuk menggenjot sektor tersebut, menjadi angina segar bagi pelaku usaha, khususnya yang disektor infrastruktur dan termasuk sentiment positif terhadap saham-saham sektor infrastruktur yang terus bergerak naik.

Melihat potensi besar dalam bisnis properti, konstruksi, dan infrastruktur dalam negeri, PT ACE Jaya Konstruksi pun tak mau kalah. Lebih banyak menggeluti bisnis asuransi, perseroan pun melangkah lebih jauh dengan merambah bisnis properti.

Perseroan pun telah mempersiapkan strategis khusus untuk merambah peluang bisnis tersebut dengan menunjuk manajer konstruksi bisnis properti dan casualty,”Kami pihak perseroan telah menunjuk Ishak Sidjabat sebagai manajer konstruksi untuk bisnis property and casualty ACE Jaya Proteksi di Indonesia," ucap Presiden Direktur ACE Jaya Proteksi, Edward Ler dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/2).

Edward mengatakan, perseroan memiliki fokus strategis pada pengembangan peluang bisnis konstruksi, untuk mengambil keuntungan dari investasi yang terus berkembang di proyek-proyek infrastruktur di Indonesia."Kami memiliki posisi untuk melayani segmen ini, dengan bergabungnya Ishak Sidjabat di di bisnis property and casualty yang akan bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis portofolio konstruksi di seluruh jaringan operasional ACE Jaya Proteksi di Indonesia," tutur dia.

Edward menjelaskan, Ishak merupakan underwriter konstruksi berpengalaman dan dihormati di industri asuransi di Indonesia. Sebelum bergabung dengan ACE Jaya Proteksi, Ishak berpengalaman selama 10 tahun di bidang underwriting komersial di Indonesia.

Sekadar informasi, ACE Group merupakan salah satu perusahaan asuransi properti terbesar di dunia yang telah beroperasi di 54 negara. ACE Group menyediakan asuransi properti komersial, asuransi properti individu, asuransi kerugian, asuransi kecelakaan diri, asuransi kesehatan tambahan, reasuransi, dan asuransi jiwa bagi beragam kelompok nasabah.

ACE Limited, merupakan induk perusahaan dari ACE Group, terdaftar di Bursa Saham New York dan masuk dalam indeks S&P 500. ACE memiliki izin operasi untuk kedua asuransi umum dan jiwa di Indonesia. Operasional asuransi umum (PT ACE Jaya Proteksi) merupakan perusahaan penggabungan yang baru, yang menggabungkan keahlian global PT ACE INA Insurance dengan kekuatan jaringan pasar lokal PT Asuransi Jaya Proteksi. ACE Jaya Proteksi menyediakan rangkaian lengkap solusi asuransi umum untuk melayani korporasi besar, usaha kecil dan menengah serta individu.

Asal tahu saja, prospek saham emiten di sektor properti diperkirakan semakin tinggi pada tahun ini. Meskipun sektor ini menghadapi kondisi likuiditas yang ketat. Indeks sektor properti di Bursa Efek Indonesia tercatat tumbuh 49,5% sepanjang tahun 2014. Tahun lalu, indeks sektor properti hanya mencatatkan pertumbuhan 0,7% akibat ketatnya likuiditas serta kebijakan Bank Indonesia membatasi penyaluran kredit properti. (bani)

BERITA TERKAIT

Disnaker Lebak Buka Peluang Transmigrasi ke Aceh

Disnaker Lebak Buka Peluang Transmigrasi ke Aceh NERACA Lebak - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak membuka peluang kepada masyarakat…

Prospek Bisnis Ban Positif - Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta

NERACA Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di…

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…