Obligasi PTPP Rp 300 Miliar Dicatatkan di Bursa

NERACA

Jakarta - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan obligasi berkelanjutan I PP Tahap II 2015 sebesar Rp300 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/2).

Perseroan menawarkan kupon tetap sebesar 10,2% per tahun dalam jangka waktu lima tahun. Adapun pembayaran bunga dilakukan selama tiga bulan. Tanggal penerbitan obligasi dilakukan pada 24 Februari 2015, dengan jatuh tempo pada 24 Februari 2020 dan tanggal pembayaran bunga pertama pada 24 Maret 2015.

Obligasi ini telah mendapat peringkat A (idA) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Sementara bertindak sebagai wali amanat aksi korporasi tersebut adalah PT Bank Permata Tbk. Sebagai catatan, obligasi ini merupakan penawaran umum berkelanjutan yang totalnya mencapai Rp1 triliun. Pada 20 Maret 2013, perseroan telah mencatatkan obligasi Berkelanjutan I PP Tahap I Tahun 2013 sebesar Rp700 miliar.

Tahun ini,perseroan melalui anak usahanya PT PP Properti merencanakan untuk melepas sebagian sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) dalam rangka meraih pendanaan untuk melakukan pengembangan perusahaan,”Sejauh ini belum ada perubahan dari rencana awal, mudah-mudahan semua proses IPO dan diselesaikan,”kata Direktur Utama PT PP Properti, Galih Prahananto.

Dia mengemukakan bahwa pihaknya akan melepas sekitar 30-35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dan pihanya akan menggunakan buku keuangan periode Desember 2014 sebagai salah satu syarat dalam mengajukan IPO. Nantinya, penggunaan dana IPO di antaranya untuk menambah cadangan lahan (landbank) di beberapa tempat strategis yang memiliki pertumbuhan properti bagus dan mendukung proyek-proyek perusahaan ke depannya "Membidik tempat yang pertumbuhan propertinya bagus seperti di Pulau Jawa," ujarnya.

Kata Galih, beberapa proyek perusahaan salah satunya terdapat di Surabaya, Jawa Timur seperti pembangunan apartemen, mall, superblock dengan nilai sekitar Rp6 triliun, rencananya pada tahun ini akan diluncurkan.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan mengincar target penjualan sebesar Rp2,33 triliun dan laba kotor Rp503 miliar. Disebutkan, angka tersebut melonjak 240% dari laba kotor tahun lalu yang sebsar Rp145 miliar. Tahun 2014 lalu, PP Properti berhasil membukukan penjualan dikisaran Rp1,4 triliun atau melebihi target sebesar Rp1,1 triliun.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan bahwa pada semester I tahun ini terdapat beberapa perusahaan yang sudah masuk dalam "pipeline" IPO, diantaranya bergerak di sektor properti, pertambangan, konsumer, bisnis ritel, telekomunikasi, manufaktur."Perusahaan itu di antaranya menggunakan buku keuangan periode November-Desember 2014," katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…

WEGE Bagikan Dividen Rp 133,28 Miliar

NERACA Jakarta –Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memutuskan untuk membagikan…

CMNP Kantungi Laba Bersih Rp 775,85 Miliar

NERACA Jakarta - Bisnis jalan tol sepanjang tahun 2018 masih memberikan keuntungan bagi PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP). Dimana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…