Di Era Globalisasi - Akulturasi Profesi Akuntan Bangun GCG

NERACA

Jakarta - Tantangan yang dihadapi profesi akuntan menghadap Masyarakat Ekonomi ASEAN terbilang sangat berat, karena kualitas dan kesiapan kompetitor dari negara-negara di belahan ASEAN sudah cukup memadai, sedangkan Indonesia masih harus membenahi sektor keprofesian di tingkatan nasional khususnya yang berhubungan dengan register akuntan. Peran akuntan disiapkan dengan baik sehingga bisa bersaing di MEA.

"Oleh karenanya, peran akuntan dalam menjaga perusahaan memiliki tata kelola keuangan yang baik sehingga menciptakan nilai perekonomian yang tinggi, apabila perusahaan mempunyai tata kelola yang baik maka bisa berdampak kepada kemajuan negara," kata Akademisi dan Ketua Indonesian Institute for Corporate Directorship, Sidharta Utama, dalam acara Konferensi Ilmiah Akuntansi II di UPN "Veteran" Jakarta, Rabu (25/2).

Dalam menghadapi MEA, lanjut Sidharta, pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) sangat penting bagi perusahaan yang menggunakan dana publik untuk memastikan bahwa hak-hak dan kepentingan publik dilindungi secara adil, serta terdapat transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan data tersebut. Kemudian diperlukan prinsip-prinsip Corporate Governance (CG), yaitu perlindungan hak pemegang saham, perlakuan adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan tranparansi, tanggung jawab dewan komisaris dan direksi.

"Terdapat kesesuaian lima prinsip CG dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Lima prinsip tersebut adalah perlindungan hak pemegang saham, perilaku adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi, dan tanggung jawab dewan komisaris dan direksi," ujar dia.

Menurut dia, pelaksanaan prinsip CG meski tidak wajib tetapi semestinya perusahaan-perusahaan melaksanakannya. Walaupun trend penerapannya di Indonesia membaik, tetapi masih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang belum menyadari pentingnya menerapkan CG.

"Oleh karena itu perlu edukasi untuk meningkatkan kesadaran, CG sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan, sehingga bisa meningkatkan kinerja perusahaan," tambah Sidharta.

Sidharta mengungkapkan untuk mencapai perusahaan yang Corporate Governance maka diperlukan peran akuntan profesional menjadi keharusan dalam sebuah kompetisi dan pasar terbuka yang akan dihadapi dalam persaingan MEA. Akuntan Indonesia harus segera melakukan pembenahan optimal dari sisi keilmuan dan skill mereka.

"Untuk itu, saya mendorong kepada akuntan dan akademisi terus meningkatkan kemampuannya sehingga tidak terpental bila gerbang persaingan mulai dibuka, khususnya ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan pada 2015 mendatang," ungkap dia.

Komitmen bersama

Sementara itu, Direktur Keuangan Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani mengatakan Indonesia Power merupakan anak usaha dari PLN yang sedang meningkatkan competitive advantage dalam segala aspek agar mampu bersaing. Penerapan Good Corporate Government (GCG) dengan standar terbaik akan menjadi kunci utama, tidak hanya untuk bertahan tetapi untuk memenangkan persaingan.

"Praktik tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi komitmen bersama. Tegaknya prinsip -prinsip good governance dapat terwujud jika tiga pilar utama yaitu pemerintah, korporasi, dan masyarakat bergandengan tangan untuk berpartisipasi aktif," kata dia.Berkaitan dengan hal tersebut, kata dia, profesi akuntan tentunya memegang peranan yang penting dan strategis. Profesi akuntan, baik akuntan internal, eksternal dan pendidik tersebar di lembaga pemerintah maupun swasta.

"Mereka harus mampu memberikan kontribusi yang positif dalam menciptakan pemerintahan, dunia usaha dan lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip good governance," ujar Sripeni. Diajuga menyebutkan bahwa pihaknya selalu melaporkan tata kelola keuangan perusahaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga menunjukkan prinsip good governance. Pihaknya selalu mengimplementasikan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance yang dilakukan semata-mata meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.

"Selain melakukan prinsip good governance, maka perusahaan kami sangat concern kepada bidang sosial (CSR) sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," tandas dia.Di tempat yang sama, Praktisi GCG Jamsostek, Hotbonar Sinaga, menambahkan inti dari good corporate goverment adalah dimulai dengan niatan "Jangan Curang". Kecurangan bisa terjadi tidak hanya dalam pengelolaan perusahaan tetapi juga non-korporasi seperti pemerintahan, organisasi massa (termasuk partai politik) dan lainnya.

"Jangan curang ini merupakan suatu sikap atau budaya perusahaan yang wajib diimplementasikan dalam segala hal dan oleh semua lapisan termasuk anggota direksi atau pemimpin institusi," kata dia.

Menurut dia, agar sikap ini bisa dipraktikkan oleh jajaran institusi, tentunya bukan semata-mata melalui sosialisasi, membuat aturan berikut sanksi, komitmen dari direksi atau pemimpin. Cara yang apling efektif setelah dilakukan sosialisasi berikut contoh adalah melalui keteladanan pemimpin.

"Kita tidak bisa mengharapkan sifat atau kelakuan untuk tidak berbuat curang ini menjadi tabu bagi karyawan kalau pemimpin (dalam hal ini CEO perusahaan atau institusi) bersikap tidak konsisten dan tidak memberikan contoh keteladanan yang positif," ujar Hotbonar.

Hotbonar juga mengatakan secara khusus kecurangan yang berakibat kerugian finansial institusi baik untuk kepentingan yang bersangkutan maupun memperkaya orang lain atau dikenal dengan sebutan korupsi. Korupsi terjadi karena adanya kebutuhan finansial si pelaku, adanya peluang untuk korupsi, ketiadaan atau minimnya pengawasan serta lemahnya iman, maka akan terjadi korupsi."Untuk mencegah korupsi, maka salah satunya adalah keteladanan pemimpin, oleh karenanya hindari situasi 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari'," imbuh dia. [mohar]

BERITA TERKAIT

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Swasta Minat Bangun Pabrik Ban di Sumsel

Swasta Minat Bangun Pabrik Ban di Sumsel NERACA Palembang - Perusahaan swasta PT Yuassa Batery Indonesia berminat membangun pabrik ban…

GOLDEN RUN BANGUN TJIPTA SARANA

Peserta lomba lari melakukan pendaftaran usai mengambil racepack Golden Run PT Bangun Tjipta Sarana (BTS), di Jakarta, Jumat (18/1). Menyambut…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…