Penjualan Agung Podomoro Capai Rp 376,4 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) meraih pendapatan penjualan atau marketing sales sebesar Rp376,4 miliar sepanjang Januari 2015, dari target sebesar Rp6,5 triliun di tahun ini,”Marketing sales kami di Januari tahun ini baru mencapai Rp376,4 miliar," kata Investor Relation APLN, Wibisono dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/2).

Dia menjelaskan, kontribusi marketing sales di Januari 2015 kebanyakan datang dari proyek Podomoro City yang mencapai 29,5% (Grand Madison, @Soho Podomoro City, dan Soho Capital), The Pakubuwono Springs sebesar 17,2%, serta ballroom Emporium PluitMall sebesar 27,5%.

Pada tahun ini, target marketing sales APLN menjadi Rp6,5 triliun di tahun ini atau naik tipis 8,3% dibanding posisi Rp6 triliun di tahun lalu,”Target marketing sales tahun ini memang konservatif, hanya naik tipis dari raihan marketing sales di tahun ini,"kata Direktur Keuangan APLN, Cesar De La Cruz.

Cesar menjelaskan, target marketing sales di tahun ini sudah terbilang cukup baik, lantaran melihat kondisi ekonomi saat ini yang belum stabil. Masih banyak sentimen dan gejolak yang terjadi pada tahun ini. Target tersebut, lanjut dia, tidak termasuk pembangunan proyek reklamasi Pluit City. Sebab perseroan baru mendapatkan izin reklamasi tersebut dari Pemprov DKI Jakarta. "Marketing sales tahun ini belum sama dengan proyek Pluit City,”paparnya.

Tahun ini, Agung Podomoro Land menganggarkan belanja modal lebih besar sampai Rp6,5 triliun-Rp7,5 triliun, dibanding capex tahun 2014 sebesar Rp4 triliun-Rp4,5 triliun. Maka untuk memenuhi kebutuhan dana capex tahun ini, perseroan mengambil dana capex dari kas internal perseroan. Sebab dana kas internal perseroan hingga akhir tahun masih tersisa sebesar Rp3 triliun.

Perseroan juga menyiapkan dana pinjaman perbankan dalam memenuhi dana capex. Kata Caesar, pinjaman perbankan bila diperlukan oleh perseroan dalam memenuhi dana capex tahun ini."Dana capex kita di atas 50% dari dana hasil operasional perseroan. Sisanya bisa dari pinjaman bank dalam memenuhi dana capex tahun ini," ungkap dia.

Lanjut Cesar, dana capex akan banyak digunakan dalam membangun proyek yang sudah berjalan dari 2014. "Soho Pancoran, Apartemen Kedoya, Soho Central Park, di Balikpapan ada Borneo, trade center dan mal," tegasnya.

Dana capex tahun ini, lanjut dia, tidak termasuk dana investasi untuk pembangunan proyek reklamasi Pluit City. (bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Targetkan Penjualan Ekspor 12 Juta Ton

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggenjot pertumbuhan pendapatan dari penjualan ekspor batu bara.…

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Danai Untuk Modal Kerja - Asiaplast Beri Pinjaman TBE Rp 1,3 Miliar

NERACA Jakarta - Emiten produsen plastik, PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) memberikan pinjaman kepada PT Tiga Berlian Electric (TBE) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…