Obligasi Siantar Kantungi Peringkat A

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA untuk Obligasi Berkelanjutan I tahap I tahun 2014 seri A PT Siantar Top Tbk (STTP) senilai Rp35 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Analis Pefindo Anies Setyaningrum mengatakan, peringkat tersebut diberikan lantaran perusahaan dinilai mampu melunasi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo,”Perusahaan bernecana menggunakan fasilitas kredit yang belum terpakai untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tersebut,”paparnya.

Fasilitas kredit yang belum terpakai pada akhir Januari tahun ini tercatat sebesar Rp87 miliar. Adapun obligasi perusahaan manufaktur produk makanan kemasan itu akan jatuh tempo pada 18 April 2015. Sementara pada saat yang sama, Pefindo memberikan peringkat idA+ untuk surat utang jangka menengah (mediun term notes/MTN) yang diterbitkan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), yaitu MTN I 2012 senilai Rp800 miliar yang akan jatuh tempo pada 30 Maret 2015.

Menurut analis Pefindo lainnya, Adrian Noer, peringkat itu diberikan lantaran CFIN siap melunasi MTN didukung dana kas dan setara kas yang pada akhir tahun lalu mencapai Rp35,8 miliar,”Selain itu, didukung rata-rata penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan bruto per bulan sekitar Rp400 miliar," ujarnya.

Perusahaan multifinance yang memberikan pembiayaan untuk mobil baru dan bekas, sewa pembiayaan alat berat dan mesin serta anjak piutang tersebut juga masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar Rp1,4 triliun dan rencana penerbitan MTN II 2015 sebesar Rp800 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

Kantungi Izin Rights Issue - Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights…

Peringkat Waskita Karya Turun Jadi Negatif

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia memangkas prospek (outlook) peringkat emiten konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi negatif dari stabil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…