BNI Bangun Rumah Edukasi TKI

NERACA

Bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membangun Rumah Edukasi bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Indramayu, Jawa Barat yang akan menjadi proyek percontohan dalam program pemberdayaan TKI dan keluarga TKI di Indonesia.

Program Rumah Edukasi TKI merupakan salah satu bentuk apresiasi BNI kepada para TKI dan upaya memberdayakan TKI dan keluarganya. Rumah Edukasi TKI ini adalah sebuah wadah, berwujud rumah permanen yang dibuat menjadi rumah singgah para TKI dan keluarganya untuk mendapatkan informasi seputar pelatihan bahasa asing, penyediaan akses internet, perpustakaan, dan lainnya. Diperuntukan bagi calon TKI dan keluarga TKI untuk mengembangkan diri dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan.

Dalam siaran persnya yang diterima Neraca, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim menuturkan bahwa tujuan pembangunan Rumah Edukasi TKI ini adalah membangun wadah yang memfasilitasi kebutuhan komunikasi, edukasi, serta pemberdayaan TKI dan keluarganya. Ini merupakan sinergi antara program BNI dan program Pemerintah terkait pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. “Program ini kami harap akan meningkatkan awareness masyarakat terhadap BNI Sahabat TKI," ungkap dia baru-baru ini

BNI membangun Rumah Edukasi TKI tersebut dengan berbagai fasilitas, yaitu Pojok Buku, Pojok Bahasa, Pojok Click, Klinik Wirausaha, hingga Fasilitas Komunikasi. Pojok Buku dilengkapi oleh koleksi Buku Agama, Buku Latihan Bahasa Asing, Buku Pengetahuan Umum dan Ensiklopedia, Buku Panduan Wirausaha, Buku Motivasi dan Pengembangan Diri, Buku Hiburan Anak, hingga Koran, Tabloid dan Majalah.

Di Pojok Bahasa, para TKI dan keluarganya memperoleh Kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin atau Korea. Kursus diselenggarakan masing-masing 2 kali seminggu 1,5 jam per pertemuan, dan maksimal peserta 15 orang per kelas. Peserta kursus tidak dibatasi umur.

Sedangkan di Pojok Click, BNI menyediakan tiga unit komputer dengan internet yang dapat digunakan dengan user dan kata kunci, serta diawasi oleh Petugas. Penggunaan internetnya maksimal 1 jam per orang, sehingga dapat dilakukan secara bergantian. Untuk melepas kerinduan keluarga TKI dengan anggota keluarganya yang bekerja di luar negeri atau sebaliknya, BNI menyediakan fasilitas komunikasi murah.

Untuk para TKI yang telah kembali ke Tanah Air dan berniat memulai usaha sendiri, BNI menyediakan Klinik Wirausaha. Di tempat ini, dapat diselenggarakan Workshop atau pelatihan singkat mengenai wirausaha, dan terdapat forum berbagi teori dan praktek ide wirausaha, dengan didampingi coach yang berpengalaman di bidang wirausaha. Terkait dengan kewirausahaan ini, BNI membuka Pojok Jualan, yang memungkinkan keluarga TKI atau TKI Purna menjual barang yang mereka hasilkan tanpa dipungut biaya.

BERITA TERKAIT

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…

Swasta Minat Bangun Pabrik Ban di Sumsel

Swasta Minat Bangun Pabrik Ban di Sumsel NERACA Palembang - Perusahaan swasta PT Yuassa Batery Indonesia berminat membangun pabrik ban…

Pengusaha Suriah Jajaki Bangun Pabrik di Indonesia

NERACA Jakarta – Para pengusaha asal Suriah yang tergabung dalam Arrasyid for Industry and Trade Group menggandeng Kedutaan Besar Republik…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia - Sharp Mengajak Siswa di Jember Peduli Lingkungan

Menanamkan budaya tanggung jawab dan peduli pada lingkungan sejak dini merupakan cara yang tepat agar hal tersebut menjadi kebiasaan positif…

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…