Garuda Sesumbar Mampu Pangkas Utang - Lunasi Utang Senilai Rp 2,6 Triliun

NERACA

Jakarta – Guna menyakinkan para pemegang saham, bila performance kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan kembali pulih dengan mencatatkan untung, perseroan terus bertekad melakukan efisiensi dan termasuk memangkas biaya operasional yang dinilai menjadi beban perseroan.

Kali ini, manajemen kembali sesumbar mampu menekan utang obligasi sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,6 triliun dalam dua tahun kedepan,”Dalam dua tahun ke depan, Garuda akan menekan total utang sebesar US$ 200 juta," kata Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Jakarta, kemarin.

Bahkan Askhara menyakini, tahun ini perseroan bakal meraup untung. Pasalnya, kinerja Januari 2015 yang belum diaudit (unaudited) menunjukkan perseroan berhasil mencatatkan keuntungan. Berbeda dengan 3 tahun sebelumnya, di mana pada Januari biasanya rugi.

Namun begitu, pria yang akrab disapa Ari ini enggan menyebut angka pastinya. Yang jelas, Garuda Indonesia akan melakukan berbagai strategi untuk bisa menghasilkan laba pada 2015. Perseroan optimis, hingga akhir tahun bakal untung dengan asumsi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di angka Rp 13.000/US$,”BOD Garuda Indonesia tahun ini menargetkan laba after tax. Akhir tahun 2015 bisa laba dengan asumsi rupiah Rp 13.000,"ujarnya.

Untuk mendukung target tersebut, Ari menyebutkan, ada berbagai strategi yang tengah dibidik yaitu peningkatan revenue generator. Seluruh potensi yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan akan dimaksimalkan dan memangkas rute-rute yang rugi. Disamping itu, Garuda akan meningkatkan kerja sama dengan corporate, travel agent dan meningkatkan frekuensi rute-rute yang menguntungkan.

Di sisi lain, Garuda juga akan melakukan restrukturisasi cost driver dan penataan serta restrukturisasi biaya sehingga dapat dicapai efisiensi yang tinggi, tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan,”Sampai Januari 2015, efisiensi di cost sudah US$ 148 juta, ini di luar fuel. Kita selama ini menggunakan AC selama menunggu pesawat take off itu pakai mesin pesawat, sekarang pake GPU (Generator Power Unit). Ini lebih efisien,”tandasnya.

Asal tahu saja, total utang obligasi perseroan hingga saat ini mencapai US$ 980 juta, yang terdiri dari mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. Rencananya, secara bertahap perseroan akan membayar utang obligasi sebesar US$ 500 juta, kemudian utang obligasi sebesar Rp2 triliun dan sisanya dibayarkan US$ 300 juta,”Untuk menunjang reprofiling financing portfolio, kami juga akan membayar utang dengan kas internal pribadi, di samping menerbitkan global sukuk," ujar Ngurah Askhara Danadiputra.

Tahun ini, utang perseroan yang jatuh tempo adalah US$ 350 juta dan tahun depan US$ 300 juta. Utang tersebut memiliki bunga sekitar 4% sampai 6%. Maka untuk melunasi utang tersebut, perseroan

akan menerbitkan sukuk global sebesar US$ 500 juta. Meskipun suku bunganya kemungkinan lebih mahal ketimbang utang sebelumnya, tapi maskapai tersebut bisa memperoleh kelonggaran tenor hingga 5 tahun.

(bani)

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…