Rumah Gaya Go Green

Neraca. Gerakan ramah lingkungan harus terus kita galakan dan sosialisasikan dalam kehidupan sehari – hari baik dalam pembangunan rumah atau yang lainnya. Namun bagi beberapa orang gerakan go green dalam membangun rumah atau interior di dalam rumah tidaklah mudah dan gampang, karena banyak sebagian orang tidak terbiasa dengan pola kehidupan tersebut. Akan tetapi mau sampai kapan, jika kita selalu malas dan tidak mau membiasakan diri dengan pola hidup tersebut. Berikut tipsnya bagi Anda yang ingin mencoba dan belajar hidup go green, baik dalam arsitek rumah dan arsitek interior dan sebagainya

Maksimalkan jendela rumah

Fungsi jendela rumah untuk mengatur sirkulasi udara dan cahaya, dapat Anda maksimalkan untuk menghemat energi listrik pendingin ruangan / AC (air conditioner). Jika belum bisa dan belum mengetahui cara menghemat energi, sebaiknya konsultasikan kepada konsultan arsitek design interior Anda. Untuk mengurangi panasnya pantulan sinar matahari dan mengeliminir temperature dingin di dalam ruangan (khususnya ber-AC), gunakan fasade kaca pintar. Dengan menggunakan kaca jenis ini, suhu udara di lingkungan sekitar lambat laun akan mulai menurun.

Lantai Ramah Lingkungan

Material arsitek design seperti lampu, lantai kayu untuk lantai sebenarnya tidak hanya terbuat dari ubin namun juga bisa menggunakan bahan-bahan alami. Jika selama ini, lantai di rumah lebih kerap menggunakan ubin atau kayu maka kali ini Anda bisa membangun lantai yang bermaterialkan bambu.

Selektif menggunakan pemanas air

Batasi penggunaan pemanas air dan hanya gunakan pada saat diperlukan. Karena sering tanpa disadari, Anda tetap menyalakan pemanas air, meski sedang tidak banyak yang menggunakan untuk mandi.

Gunakan kompor induksi

Pilihan lain menghemat energi gas dan minyak yakni menggunakan kompor induksi. Memasak dengan kompor ini lebih cepat matang dibanding kompor biasa. Berbeda dengan kompor pada umumnya, kompor ini mungil dan tipis sehingga akan terlihat sangat mungil jika diletakkan di dapur.

Related posts