Tren IHSG Belum Beranjak Dari Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 14,037 poin (0,26%) ke level 5.417,314. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 2,335 poin (0,25%) ke level 944,462. IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan setelah naik 14 poin. Rekor intraday masih belum terpecahkan,”IHSG masih berada pada jalur tren penguatan jangka pendek, proses pencetakan rekor baru IHSG terus berlanjut dimulai pada 18 Februari 2015 lalu hingga saat ini secara berturut-turut," kata Analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya di Jakarta, Selasa (24/2).

Menurut dia, "rally" penguatan IHSG BEI itu seiring dengan aliran dana asing yang terus masuk ke pasar saham menyusul kesigapan pemerintah Indonesia dalam menata perekonomian di tengah perlambatan global.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan, menjelang testimoni Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada pekan ini sebagian investor terlihat tetap waspada sehingga nilai beli bersih asing menurun dibandingkan awal pekan (Senin, 23/2) yang sebesar Rp708,189 miliar,”Diharapkan the Fed memberikan indikasi waktu tentang kenaikan suku bunga AS," katanya.

Berikutnya, indeks BEI masih dalam tren menguat seiring derasnya dana asing yang masuk ke pasar modal. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 421,216 miliar di seluruh pasar. Secara kumulatif sejak awal tahun 2015 ini tercatat pembelian bersih investor asing sebesar Rp8,571 triliun

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 233.798 kali dengan volume 6,945 miliar lembar saham senilai Rp 6,277 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 161 turun, dan 98 saham stagnan. Bursa Asia menutup perdagangan dengan variatif sore. Bursa saham China masih tutup menyambut libur Imlek pekan lalu.

Pelaku pasar masih menanti perkembangan penyelesaian utang Yunani dan Uni Eropa. Selain itu Gubernur The Federal Reserve Jante Yellen juga dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai tingkat suku bunga AS. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 500 ke Rp 10.650, United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 19.700, Lionmesh (LMSH) naik Rp 400 ke Rp 8.500, dan Multi Bintang (MLBI) naik Rp 325 ke Rp 10.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 11.000 ke Rp 285.000, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 1.075 ke Rp 4.325, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 16.700, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 325 ke Rp 24.200.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik 14,208 poin (0,26%) ke level 5.417,485. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,743 poin (0,29%) ke level 944,870. Posisi tertingginya yang bisa diraih Indeks hingga siang hari ada di level 5.422,440. Indeks hanya butuh lima poin lagi untuk bisa menembus rekor sebelumnya di 5.427,315 pekan lalu.

Saham-saham komoditas masih dilepas investor. Sebagai gantinya, investor berburu di saham-saham konstruksi, konsumen dan perbankan. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 127.753 kali dengan volume 3,031 miliar lembar saham senilai Rp 3,223 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 107 turun, dan 90 saham stagnan

Bursa regional tak lagi kompak menguat hingga siang hari. Pasar saham Hong Kong kena koreksi setelah kemarin naik tinggi. Pelaku pasar masih menanti perkembangan penyelesaian utang Yunani dan Uni Eropa.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 3,61 poin di tengah antisipasi kebijakan bank sentral AS (the Fed). IHSG BEI dibuka turun sebesar 3,61 poin atau 0,07% ke posisi 5.399,65. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah sebesar 0,91 poin atau 0,10% ke posisi 941,21,”IHSG bergerak mendatar di tengah antisipasi pidato ketua the Fed Janet Yellen di depan Senat dan Kongres Amerika Serikat pada pekan ini," kata Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah.

Selain itu, lanjut Alfiansyah, pelaku pasar juga sedang fokus pada perundingan lanjutan masalah utang Yunani. Perundingan pada pekan lalu, Yunani mengajukan proposal perpanjangan program dana talangan selama enam bulan, namun para menteri keuangan negara-negara kawasan Euro hanya menyetujui perpanjangan selama empat bulan dengan sejumlah syarat-syarat tertentu,”Faktor ekternal akan lebih mewarnai sentimen bagi IHSG di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri,”ujarnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 108,71 poin (0,44%) ke 24.728,05, indeks Bursa Nikkei naik 13,19 poin (0,07%) ke 18.480,11, dan Straits Times menaik 2,21 poin (0,06%) ke posisi 3.423,09. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…