Diduga Ada Penimbunan, Gas Elpiji 3 Kg Langka, Masyarakat Resah - Perdagangan Produk Energi

NERACA

Depok - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat merasa resah. Pasalnya dapur mereka tidak "ngebul" lantaran pasokan gas elpiji 3 kilogram langka. Salah satu pengguna gas elpiji 3 kilogram Triyono mengeluh karena susahnya mencari gas hijau yang disubsidi pemerintah itu. "Saya sudah mencari kemana-mana bahkan sampai ke agen penjualan gas Pertamina. Namun pasokannya sedang kosong," ungkap Triyono di Depok, Selasa (24/2).

Ia pun menduga ada upaya yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk menimbun gas elpiji 3 kilogram mengingat ada kabar bahwa per 1 maret nanti akan ada kenaikan harga. "Kalau kita sih mau berapapun harganya akan kita beli. Akan tetapi jangan sampai langka begini. Karena kalau sudah langka maka akan mengganggu aktifitas masyarakat," jelasnya.

Di tempat terpisah, sejumlah ibu rumah tangga juga mengeluhkan karena sulit mendapatkan elpiji 3 kilogram (kg). Sejumlah kios penjual, kehabisan stok elpiji jenis melon. Kelangkaan elpiji pun sudah berlangsung lebih dari sepekan. “Saya muter-muter ke sejumlah kios ternyata habis semua. Capek jalan," kata Wiwik, warga Kelurahan Jatimakmur, Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat.

Sejumlah pedagang kios elpiji 3 kg menuturkan kelangkaan elpiji 3 kg sudah terjadi seminggu lebih. Menurut mereka, pasokan elpiji dari agen ini seret. “Kata pihak agen, jatah mereka juga dikurangi,” kata Diah Ekasari, pemilik warung kelontong di Jatimakmur. Agen elpiji mengaku kelangkaan elpiji sudah lama. “Sudah dua mingguan langka,” kata seorang agen. Kelangkaan hanya terjadi pada elpiji 3 kg, sedangkan elpiji 12 kg pasokannya lancar. Di agen elpiji 12 kg dilego Rp135 ribu per tabung.

Untuk di Depok, Ketua Hiswana Migas Kota Depok Athar Susanto menegaskan, yang terjadi bukan kelangkaan melainkan hanya kekurangan pasokan elpiji. Ia mengatakan, pada Februari di setiap tahun kekurangan pasokan elpiji di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pasti terjadi. Hal itu disebabkan karena Pertamina menghitung hari kerja distribusi di mana Februari hanya 24 hari kerja. “Jadi yang biasanya tiap bulan 1.425.000 tabung, karena cuma 24 hari kerja maka berkurang tinggal dirata-ratakan. Ya bisa segitu (200 ribuan tabung)," ungkapnya.

Solusinya, Hiswana Depok tengah berupaya menambah pasokan dengan meminta Pemkot Depok membuat surat ke Pertamina. Athar menjelaskan kesulitan mencari pasokan elpiji mulai terjadi di pekan terakhir Februari.

Sementara itu, Pertamina Pemasaran Jawa Bagian Barat mengklaim pasokan gas elpiji tiga kilogram (kg) berlangsung normal dan tidak ada pengurangan alokasi. Hal tersebut menyusul kesulitan masyarakat dalam memperoleh elpiji 3 kg. Mengutip External Relation Pertamina Jawa Bagian Barat, Milla Suciyani, dalam siaran persnya mengatakan pantauan sistem monitoring elpiji 3 kg, Pertamina memastikan suplai elpiji 3 kg dari Pertamina ke agen dan pangkalan berjalan normal.

"Bahkan saat libur nasional perayaan Imlek Kamis lalu Pertamina memberikan tambahan pasokan elpiji 3 kg sebanyak satu kali pasokan normal harian ke berbagai daerah seperti Depok, Bekasi, Bogor dan daerah lainnya di area Jawa Bagian Barat," papar Milla.

Pertamina menyalurkan suplai harian ke agen sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan misalnya untuk Kota Depok sebanyak Rp54.000 tabung per hari, Kab. Bogor sebanyak sekitar Rp142.000 tabung per hari, Kota Bogor sekitar Rp29.000 tabung per hari, Kab. Bogor sebanyak Rp142.000 tabung per hari, Kota Bekasi sebanyak sekitar Rp78.000 tabung per hari dan Kab. Bekasi juga Rp78.000 tabung per hari. "Untuk pemberian pasokan tambahan saat perayaan Imlek Kamis lalu, jumlah tabung tambahan diberikan sebanyak alokasi harian untuk masing-masing lokasi," urainya.

Pertamina terus melakukan pemantauan daerah-daerah yang dikeluhkan mengalami kesulitan untuk memperoleh elpiji 3Kg untuk mengetahui penyebab pastinya. Apabila memang terjadi peningkatan konsumsi maka Pertamina akan berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk kembali lakukan pemberian pasokan tambahan.

Pertamina mengingatkan kembali bahwa elpiji 3kg ini merupakan barang bersubsidi yang dibatasi penggunaannya. Adapun yang berhak menggunakan elpiji 3 kg adalah masyarakat kelas bawah dengan belanja bulanan sekitar 1,5 juta per bulan serta industri mikro yakni industri dengan modal usaha maksimal Rp50 juta atau omzet maksimal Rp300 juta per tahun.

"Masyarakat diharapkan partisipasinya untuk melapor ke Pemda atau kepolisian setempat apabila ada konsumsi elpiji 3 kg yang tidak sesuai. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 26/2009 bahwa pengawasan untuk distribusi Elpiji 3 kg di lapangan juga menjadi tanggung jawab bersama antara Pemda, Hiswana, dan Kepolisian," pungkas dia.

Direktur Pemasaran dan Ritel Pertamina Achmad Bambang menilai kenaikan harga gas melon di sejumlah daerah dipicu oleh langkanya stok elpiji 3 kilogram (kg) di beberapa penyalur. Pertamina sendiri menampik anggapan bila stok distribusi tidak lancar. Achmad Bambang menegaskan, distribusi gas melon sudah disesuaikan dengan kuota baru yang meningkat dari kuota sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perlu Tingkatkan Sinergi Perlindungan Konsumen

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak pemerintah daerah (pemda) meningkatkan sinergi dalam menyusun strategi penyelenggaraan program perlindungan…

Niaga Internasional - BPDP-KS Pastikan Tak Ada Pungutan Ekspor Sawit Hingga Akhir 2019

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sepakat tidak melakukan pungutan ekspor sawit sampai akhir 2019, guna…

Serap 200 Ribu Naker, Ekspor Industri Batik Tembus USD18 Juta

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan.…