BI Rate Turun Direspon Positif Investor - Pacu Kencang Kinerja IHSG

NERACA

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan acuan suku bunga atau BI Rate 25 basis poin (bps) menjadi 7,5%, direspon positif pelaku pasar modal lantaran dampak positifnya sudah dirasakan. Dimana salah satunya, laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tembus ke level 5.400,”Dampaknya sudah terlihat, sejak 20 Februari kemarin, IHSG sudah tembus 5.400. Jadi penurunan BI rate sangat terasa bagi kinerja pasar modal," kata analis PT Pefindo, Ahmad Sujatmiko di Jakarta, Selasa (24/2).

Dia menjelaskan, pergerakan indeks masih akan mengalami penguatan hingga akhir tahun nanti. Penguatan tersebut didorong dari membaiknya sektor properti, konstruksi, infrastruktur, dan perbankan. Sampai akhir tahun, Ahmad memprediksi laju indeks bisa menembus ke level 5.600. Angka itu merupakan level paling rendah yang bisa ditempuh IHSG. Namun, bukan tak mungkin kinerja IHSG justru melampaui level tersebut.

Seperti diketahui, BI selaku bank sentral menurunkan BI Rate sebesar 0,25% menjadi ke posisi 7,5%, dengan suku bunga Lending Facility sebesar delapan persen dan suku bunga Deposit Facility 5,50%. Kebijakan penahanan BI Rate masih sesuai dengan upaya BI yang menginginkan inflasi menuju sasaran 4% plus minus 1% di 2015 maupun 2016. Kebijakan penahanan juga untuk mendukung pengendalian defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat.

Sementara Direktur Utama Penilai Harga Efek Indonesia, Ignatius Girendroheru menuturkan, tren pasar obligasi Indonesia selama 2015 tercatat positif, dilihat dari "return" tahun berjalan sebesar 6,14% dari level 175,89 pada awal Januari menjadi 187,14 pada 23 Februari.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai 23 Februari tercatat "return" tahun berjalan sebesar 3,37 dari level 5.226,95 ke level 5.403,28,”Nilai outstanding obligasi pemerintah konvensional selama 2010-2014 mengalami peningkatan setiap tahun, pada akhir 2014 total outstanding sebesar Rp284,4 triliun atau meningkat sebesar 24,7% yoy dibandingkan tahun sebelumnya," kata Ignatius.

Sementara itu, nilai outstanding untuk sukuk pemerintah pada akhir 2014 tercatat sebesar Rp57,8 triliun, meningkat sebesar 60,8% yoy dibandingkan tahun sebelumnya,”Sampai 30 Januari, realisasi penerbitan obligasi pemerintah mencapai Rp41,37 triliun dengan estimasi penerbitan obligasi pemerintah dari Februari 2015 hingga Desember 2015 berdasarkan RAPBN-P 2015 sebesar Rp266,63 triliun dari total Rp308 triliun," kata dia.

Namun obligasi korporasi, nilai outstanding pada akhir 2014 tercatat sebesar Rp47,8 triliun atau menurun sebesar 18,8 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi penerbitan obligasi korporasi termasuk konvensional dan sukuk per Januari 2015 sebesar Rp4,8 triliun dengan estimasi mencapai Rp60 triliun pada akhir 2015.

Dia mengatakan, pada pasar sekunder tercatat transaksi pemerintah mencapai angka 16 triliun per hari dan pada pasar saham korporasi mencapai 700 miliar per hari,”Penurunan suku bunga Bank Indonesia, penurunan harga minyak dunia, rencana The Fed menaikan tingkat suku bunga, upaya perbaikan ekonomi di zona Eropa ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, dinamika politik di dalam negeri dan upaya merealisasi program pembangunan oleh pemerintah baru menjadi faktor yang akan mempengaruhi arah eknomi Indonesia sepanjang 2015," paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Komitmen Indosat Sebarkan Pesan Positif - Menyelamatkan Generasi Muda Lewat Bijak Bersosmed

Di era digital saat ini, berbagai macam informasi mudah didapatkan yang tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Dibalik pluas…

Pacu Penjualan Rumah Murah - Hanson Bidik Dana Rights Issue Rp 8,78 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menggenjot pertumbuhan bisnis penjualan rumah murah, PT Hanson International Tbk (MYRX) bakal menggalang pendanaan…

AMMDes Pacu Produktivitas, Siap Rambah Ekspor

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…