Tuan Rumah WEF-EA, Target Investasi US$30 Juta

NERACA

Jakarta - Setelah berhasil menjadi tuan rumah World Economic Forum on East Asia (WEF-EA) pada 2011, Indonesia kembali dipercaya oleh World Economic Forum (WEF) untuk menjadi tuan rumah WEF-EA ke-24. Perhelatan bertema "Anchoring Trust in East Asia’s New Regionalism" pada 19-21 April 2015 ini akan dihadiri para pemimpin pemerintahan dunia, para CEO, cendekiawan, dan media massa. Pertemuan ini diperkirakan menjadi ajang bisnis terbesar di Asia Timur tahun ini.

Tak kurang 650 CEO perusahaan bertaraf internasional dijadwalkan menghadiri acara yang akan dilaksanakan di Hotel Shangri-La, Jakarta. Lebih dari 16 pemimpin negara di Asia Timur direncanakan datang, antara lain para pemimpin negara anggota ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Mongolia, Australia, dan Selandia Baru.

“Acara ini menjadi sangat penting dan bermakna karena Asia Timur saat ini merupakan wilayah yang ekonominya menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia. Pertemuan ini harus dimanfaatkan untuk menangani isu-isu regional dan global serta mengembangkan kerja sama perdagangan, bisnis, dan investasi," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, dalam keterangan resminya kepada pers, Selasa (24/2).

Indonesia kembali dipercaya melaksanakan perhelatan besar ini, karena bobotnya sebagai negara dengan tingkat populasi terbesar ke-4 di dunia, anggota organisasi bergengsi G-20, dan merupakan salah satu negara di Asia dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Melalui pertemuan ini, ditargetkan tercapai investasi baru di Indonesia hingga USD 30 juta.

Direktur Senior Kepala Asia Pasifik WEF Sushant Palakurthi Rao mengaku bersemangat untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah WEF-EA. Ia menganggap pertemuan ini bukan hanya sebatas forum dunia usaha, tetapi mempertegas WEF sebagai organisasi internasional yang mampu menciptakan sinergi dan kerja sama dunia usaha dengan pemerintah. “Kami menghadirkan para pembuat keputusan dunia dari berbagai sektor untuk memberikan solusi terhadap isu-isu global seperti pendidikan, ketahanan pangan, akses energi, dan lainnya,” kata Sushant.

WEF juga merencanakan pertemuan khusus pejabat pemerintah Indonesia dengan para pemimpin usaha dunia dalam sesi bisnis yang akan berlangsung pada 19 April 2015. Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel diundang secara khusus pada sesi ini. Sedangkan esoknya, Presiden RI diundang menjadi pembicara utama untuk mengemukakan pandangan dan gagasannya terhadap tantangan dan masa depan kawasan Asia Timur dalam konteks global.

Sementara itu, sedikitnya 17 perusahaan Indonesia yang berafiliasi sebagai anggota WEF diharapkan mampu menciptakan investasi baru. Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT. Agung Podomoro Land, PT. Astra International, PT. Bank Mandiri, PT. Bank Negara Indonesia, PT. Bumi Resources, PT. Dexa Medica, PT. Elang Mahkota Teknologi, PT. Garuda Indonesia, PT. Gunung Sewu Kencana, PT. Indika Energy, Lippo Group, Pertamina, RGE Pte., Quvant Management, Sinar Mas Agribusiness and Food, Sintesa Group, dan Wana Artha Life.

WEF-EA ke-24 akan menjadi ajang yang sangat penting dan unik karena pada saat yang sama Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika di Jakarta guna memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Dengan demikian, perhatian dunia akan fokus pada Indonesia. Kegiatan ini bakal dihadiri Kepala Negara, Menteri, dan pejabat dari 109 negara dan lembaga-lembaga dunia lainnya.

Pada saat yang sama dengan perhelatan WEF-EA, para pelaku bisnis dari Asia Afrika juga akan berkumpul dalam acara Asia-Africa Business Summit (AABS) tanggal 21 April 2015 di Jakarta. Pertemuan strategis antara pemerintah dengan dunia bisnis dari Asia Afrika ini merupakan momen penting yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mempromosikan potensi investasi dan bisnis di Indonesia.

Sebelumnya, Mantan Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan terpilihnya kembali Indonesia sebagai tuan rumah WEFEA menunjukkan kepercayaan masyarakat dunia atas perekonomian nasional. Seperti diketahui, selama 10 tahun terakhir posisi ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan. Baru-baru ini Bank Dunia menempatkan Indonesia dalam 10 besar negara ekonomi terbesar di dunia mengacu Pendapatan Domestik Bruto (PDB). “Biasanya yang menjadi tuan rumah adalah negara yang pertumbuhan ekonominya menjanjikan,” ucap Faizasyah.

BERITA TERKAIT

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah NERACA Jakarta - Riset Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan sebagai daerah yang berbatasan…

Masalah Inflator Kantong Udara, Toyota Tarik 1,7 Juta Kendaraan

Toyota Motor Corp mengatakan pada Rabu (9/1) bahwa pihaknya menarik 1,7 juta kendaraan di seluruh dunia terkait adanya potensi masalah…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…