Obligasi Korporasi di Januari Rp 4,8 Triliun

NERACA

Jakarta - Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) mencatat realisasi penerbitan obligasi korporasi (konvensional dan sukuk) pada Januari 2015 sebesar Rp4,8 triliun. Pencapaian tersebut dibukukan dari total estimasi sebesar Rp60 triliun hingga akhir 2015,”Untuk obligasi korporasi, nilai outstanding (new issuance) pada akhir 2014 tercatat sebesar Rp47,8 triliun atau menurun sebesar 18,8% yoy dibanding tahun sebelumnya,”kata Direktur Utama IBPA, Igantius Girendroheru, di Jakarta, Selasa (24/2).

Sementara itu, nilai outstanding untuk obligasi pemerintah konvensional (new issuance) selama periode 2010-2014 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Adapun pada akhir 2014, total outstanding tercatat sebesar Rp284,4 triliun atau meningkat sebesar 24,7% yoy dibanding tahun sebelumnya.

Sementara untuk nilai outstanding sukuk pemerintah (new issuance) pada akhir 2014 tercatat sebesar Rp57,8 triliun atau naik sebesar 60,8% yoy dibanding tahun sebelumnya. Sampai dengan 30 Januari 2015, realisasi penerbitan obligasi pemerintah (SBN & SBSN) mecapai nilai Rp41,37 triliun dengan estimasi penerbitan obligasi pemerintah dari Februari hingga Desember 2015 berdasarkan RAPBN-P 2015 sebesar Rp266,63 triliun dari total sebesar Rp308 triliun.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada pernah bilang, pasar obligasi pada pekan ini diprediksi akan lebih baik dibanding pekan sebelumnya didukung positifnya sentimen global. Dijelaskan, meski nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif yang dapat berpotensi melemahkan laju pasar obligasi, namun tampaknya pelaku pasar mendapat sentimen positif dari turunnya BI rate, sehingga tingkat volatilitas yang ditawarkan kepada para pelaku pasar dapat direduksi.

Dengan demikian, dia berharap para pelaku pasar kembali berminat untuk kembali meramaikan pasar obligasi,”Kami pun masih berharap laju pasar obligasi bisa lebih baik dari pekan sebelumnya seiring dengan membaiknya sentimen global," kata dia.

Dia menambahkan, sepanjang pelaku pasar tidak banyak melakukan aksi jualnya maka laju pasar obligasi tidak akan turun negatif signifikan. Namun, jika terdapat pelemahan lanjutan maka diharapkan tidak akan terlalu dalam,”Kemungkinan laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang sekitar 85 hingga 175 bps. Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada," ujarnya.

Pada pekan ini, pemerintah Indonesia kembali melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam mata uang rupiah. Jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp2 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015. Adapun seri-seri yang akan dilelang, yakni seri SPN-S 11082015 (reopening) dengan imbalan secara diskonto dan jatuh tempo pada 11 Agustus 2015.

Selain itu, seri PBS006 (reopening) dengan imbalan sebesar 8,25% dan jatuh tempo pada 15 September 2020, seri PBS007 (reopening) dengan imbalan sebesar 9,0% dan jatuh tempo pada 15 September 2040, serta seri PBS008 (reopening) dengan imbalan 7,0% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2016. (bani)

BERITA TERKAIT

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…