Saham Buana Listya Diperdagangkan Kembali

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut sanksi penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Buana Listya Tama Tbk (BULL). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (24/2).

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sanksi tersebut diberikan merujuk pada keterbukaan informasi perseroan pada 23 Februari 2013 mengenai bukti hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BULL.

Selain itu, bukti iklan informasi penggabungan nilai saham (reverse stock) pada 17 Februari 2015, pengumuman suspensi efek perseroan di pasar negosiasi pada 27 November 2014 dan suspensi di pasar reguler dan tunai pada 30 Juni 2014,”Dalam rangka pelaksanaan pembelian saham-saham odd lot oleh pembeli siaga terkait pelaksanaan reverse stock, Bursa memutuskan melakukan pencabutan suspensi perdagangan efek BULL hari ini," kata dia.

Pencabutan suspensi tersebut dilakukan di pasar negosiasi terhitung sesi I perdagangan efek hari ini sampai dengan sesi II perdagangan efek 2 Maret 2015. Sebagai informasi, perseroan mengalami penurunan pendapatan 6,9% menjadi US$ 33,72 juta di kuartal III/2014, dibanding perolehan yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 36,22 juta.

Disebutkan, beban langsung perseroan selama sembilan bulan pertama di 2014 menjadi US$ 24,44 juta, dibanding perolehan yang sama di 2013 sebesar US$ 31,94 juta. Laba kotor menjadi US$ 8,27 juta di kuartal III/2014, dibanding perolehan sebelumnya US$ 4,28 juta.

Kerugian yang dialami BULL akibat dari pelemahan mata uang asing sebesar US$ 473.806 dan kerugian lain yang tercatat mencapai US$ 270.898. Dari kondisi tersebut, membuat laba sebelum pajak perseroan turun menjadi US$ 876.846 di kuartal III/2014, dibanding perolehan US$ 11,78 juta di kuartal III/2013. Laba yang diatribusikan kepada pemilik turun menjadi US$ 475.537, dibanding perolehan sebelumnya US$ 11,36 juta. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Adipura

Pemkot Sukabumi Kembali Raih Penghargaan Adipura  NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kembali meraih penghargaan piala Adipura kategori kota…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

Serap Private Placement - Benny Tjokro Tambah Porsi Saham di RIMO

NERACA Jakarta - Aksi korporasi PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…