Wahana Perdamaian Antar Bangsa - Jalur Samudera Cheng Ho

Jalur Samudera Cheng Ho (JSC) resmi dibuka di kawasan wisata Golden City Bengkong, Batam, Kepulauan Riau. Kementerian Pariwisata menetapkannya sebagai program utama dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia khususnya Tiongkok dan pasar Asia lainnya.

Terdapat sembilan destinasi di sepanjang JSC yaitu Banda Aceh, Batam, Tanjung Pandan, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya dan Denpasar.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menunjuk Batam sebagai lokasi peluncuran karena selain perairan kota ini pernah disinggahi oleh Cheng Ho, Batam juga dianggap paling siap dan merupakan pintu masuk wisman terbesar setelah Bali dan Jakarta.

Pariwisata di sepanjang destinasi JSC memiliki prospek ekonomi yang bagus serta mampu menarik investasi secara berkelanjutan. Ini akan mendorong perbaikan terhadap pengelolaan lingkungan dan budaya secara berkelanjutan, serta menjadi wahana perdamaian antar bangsa dan pertukaran kebudayaan seperti yang dilakukan dalam lawatan pelayaran Cheng Ho pada abad ke-14.

Sementara itu, paket wisata yang dijual akan berbeda antara wisawatan nusantara (wisnus) dan wisman. Lanjut Menpar, paket untuk wisnus adalah berlayar ke 9 destinasi JSC, sementara untuk wisman berupa perjalanan yang menjodohkan 9 kota di Indonesia dan 9 kota di Tiongkok.

“Untuk menggarap paket wisnus kami akan bekerja sama dengan Pelni, sedangkan paket wisman dengan direct flight, kami akan buka rute-rute penerbangan baru nantinya,” kata Arief Yahya.

Seperti yang diketahui, hubungan Indonesia dengan Tiongkok sudah terjalin sejak berabad-abad silam, ditandai dengan hubungan para pedagang melalui Jalur Sutera Maritim serta hubungan pemerintah dalam Jalur Samudera Cheng Ho pada abad ke-14.

“Saya dan dubes RRT sudah sepakat untuk membangun jalur Cheng Ho, saya yakin ini sangat potensial untuk pariwisata dan baik untuk kedua belah pihak,” tambah Menpar.

Tiongkok merupakan pasar utama pariwisata Indonesia. Tahun lalu jumlah kunjungan wisman Tiongkok ke Indonesia sebanyak 827 ribu wisman, sementara 2015 ditargetkan sebanyak 2 juta wisman dan 2016 meningkat menjadi 3 juta wisman. Sebagian besar wisman Tiongkok yang bewisata ke Indonesia menggunakan akses penerbangan langsung dari Bandara Beijing, Guangzhou, Shanghai, Fuzhou dan Xiamen.

BERITA TERKAIT

Siapkan Capex US$ 50 Juta - Pelita Samudera Terus Perkuat Armada Kapal

NERACA Jakarta – Perkuat armada kapal dalam menunjang ekspansi bisnisnya, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan penandatanganan dua perjanjian…

Bangun Hubungan Harmonis Antar Warga - BSD Gelar Program Bedah Sekolah dan Mushola

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dan juga membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar, Sinar…

Menteri Luar Negeri - Rawat Persatuan Hormati Perbedaan Demi Perdamaian

Retno Marsudi Menteri Luar Negeri  Rawat Persatuan Hormati Perbedaan Demi Perdamaian  Bandung - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpesan kepada…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Langkah Lampung Memulihkan Pariwisata Pasca Tsunami

Bencana tsunami Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12), tak hanya mengakibatkan korban luka-luka maupun jiwa, namun…

Mandeh, Destinasi Sport Tourism Baru di Sumatera Barat

Kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang selama ini dikenal sebagai Raja Ampat-nya tanah Minang resmi…

Jelang Imlek, Hotel di Singkawang Nyaris Penuh

Jelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang notabene masih tiga pekan lagi, hotel-hotel di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat,…