Indonesia Fashion Week, Surganya Pecinta Fesyen

Indonesia memang memiliki berjuta daya tarik yang membuat para wisatawan mancanegara datang dan terus mengunjungi Indonesia. Dari keberagaman kebudayaan hingga keindahan alam yang tidak bisa ditemui ditempat lain diluar Indonesia, semuanya menjadi satu paketan yang sangat menarik dan langkah untuk dinikmati. Namun tidak hanya itu saja, lebih dari itu Indonesia juga masih memiliki segudang daya tarik yang membuat para wisatawan tidak henti-hentinya datang ke Indonesia, salah satunya adalah daya tarik fesyen Indonesia yang kini mulai mendunia.

Indonesia Fashion Week (IFW), the biggest fashion movement di Indonesia, kembali digelar keempat kalinya pada 26 Februari-1 Maret 2015 di Jakarta Convention Center. Acara tahunan yang diprakarsai oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini akan menghadirkan pameran yang melibatkan 747 label fesyen lokal beragam kategori: women’s wear, men’s wear, aksesoris dan tekstil melalui proses kurasi.

Dalam pameran dagang kali ini terdapat zona B2B dengan mengundang buyer lokal dan internasional. IFW juga ditunjang dengan beragam program berupa seminar, talkshow, workshop dan kompetisi desain. Dengan acara ini juga Indonesia ikut mengenalkan fesyen Indonesia yang penuh dengan karakter dan keindahan keanekaragaman kebudayaan Indonesia.

Pada tahun-tahun sebelumnya tidak hanya para buyers saja yang ikut hadir, jurnalis, fashionista lokal bahkan para desainer terlihat memadati show perdana label tanah air ini di World Boutique Runway. Memang kebanyakan peserta pameran sebelum-sebelumnya lebih banyak menampilkan koleksi yang elegan namun konvensional.

Saksikan 2.522 koleksi busana karya 230 desainer Tanah Air dan mancanegara (Jepang, Korea, India dan Australia), serta 32 fashion show di dua panggung runway. Desainer-desainer yang turut mengisi fashion show IFW 2015 antara lain, Poppy Dharsono, Anne Avantie, Lenny Agustin, Bintang Mira, Itang Yunasz, Ivan Gunawan, dan masih banyak lagi.

IFW 2015 didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah yang bersatu untuk mencapai mimpi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia di tahun 2025. Gagasan ini diperkuat dengan susunan Blueprint Ekonomi Kreatif Subsektor Mode.

"Pusat mode yang dimaksud adalah penciptaan tren dan desain, pusat produksi, pusat aktivitas dan perdagangan mode yang menghasilkan bisnis signifikan bagi negara kita," jelas Dini Midiani selaku Direktur IFW, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Melihat sektor mode Indonesia yang potensial untuk dikembangkan, IFW bukan sekadar kemegahan perayaan mode saja, melainkan sebagai gerakan guna memajukan industri mode dengan merangkul desainer, perajin, UKM/IKM, perusahaan garmen dan tekstil, asosiasi, serta akademisi.

Sebagai upaya mengarahkan kreator mode di Tanah Air, IFW 2015 menggagas arus baru Local Movement dan Green Movement yang mengangkat kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui kampanye "Fashionable People, Sustainable Planet".

Green Movement merupakan ajakan bagi pelaku dan pecinta mode untuk menerapkan konsep sustainable fashion dan eco fashion. Sedangkan Local Movement adalah bagian dari gerakan untuk bangga dan mendukung produk lokal sehingga dapat memacu percepatan promosi produk Indonesia ke pasar internasional.

BERITA TERKAIT

Menteri LHK Paparkan Kebijakan Moratorium dan Alokasi Hutan untuk Rakyat - Di Forum Asia Pacific Forestry Week, Korsel

Menteri LHK Paparkan Kebijakan Moratorium dan Alokasi Hutan untuk Rakyat Di Forum Asia Pacific Forestry Week, Korsel NERACA Incheon, Korea…

Niaga Internasional - Amerika Serikat Tetap Jadi Tujuan Penting Ekspor Indonesia

NERACA Jakarta – Walaupun terkena imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, Amerika Serikat tetaplah tujuan penting dari…

Indonesia Model Sukses Upaya Deradikalisasi

Indonesia Model Sukses Upaya Deradikalisasi NERACA Jakarta - Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia Devie Rahmawati mengatakan Indonesia menjadi model yang…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Objek Wisata Sejarah di Peneleh yang Terabaikan

Peneleh merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini menjadi saksi perjalanan Surabaya, bahkan…

Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan.…

Menelusuri Sejarah Kampung Deret di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kampung Deret, di Jalan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5), untuk…