Stanchart Targetkan 5% Nasabah - Kartu Kredit Visa Infinite

NERACA

Jakarta - Standard Chartered Bank Indonesia menargetkan pengguna kartu kredit Visa Infinite mencapai lima persen dari total nasabah di sepanjang 2015. "Untuk tahun ini kita targetkan lima persen dari jumlah nasabah pengguna kartu kredit," kata Head of Credit Card Product Consumer Banking Standard Chartered Bank Indonesia, Peter Widjaja di Jakarta, Senin (23/2).

Selain itu, lanjut Peter, Standard Chartered Bank Indonesia juga menargetkan kenaikan total transaksi nasabah kartu kredit mencapai enam persen, atau meningkat dari tahun lalu yang hanya berkisar tiga persen.

Kartu kredit Visa Infinite tersebut merupakan fasilitas yang diberikan bagi nasabah khusus kelas atas, dengan sejumlah kelebihan akses transaksi bagi penggunanya. Akses transaksi itu antara lain reward point untuk semua jenis transaksi, akses gratis ke fasilitas airport di dalam dan luar negeri, hingga pembebasan biaya green fee pada sejumlah lapangan golf di Indonesia.

Terkait dengan upaya realisasi target tersebut, Head of Retail Clients Standard Chartered Bank Indonesia, Lanny Hendra menjelaskan bahwa pihaknya meluncurkan fitur terbaru kartu kredit tersebut sebagai respon terhadap hasil laporan Visa Affluent Study yang diselenggarakan tahun lalu.

"Dari hasil riset tersebut diketahui bahwa masyarakat kelas atas di Indonesia menyadari aspek karir, finansial, dan gaya hidup telah menjadi prioritas utama," kata Lanny. Fitur baru tersebut terdiri dari point reward hingga delapan kali untuk transaksi di luar negeri, cashback Rp500 ribu di restoran bagi konsumen yang berulang tahun, dan cashback 15% untuk transaksi di taman hiburan.

Lanny menjelaskan, kepemilikan kartu kredit Visa Infinite mencapai 11 kali lipat dari kartu kredit konvensional Stanchart, dengan influensi total transaksi mencapai lebih dari 3%.

Dengan begitu, dirinya menilai bahwa peluang untuk meningkatkan konsumen pada segmen ini masih besar. "Bisa dilihat dari total influensi transaksinya melebihi tiga persen, sedangkan jumlah kartu kredit Visa Infinite hanya 0,5% dari total kartu kredit yang dikeluarkan," kata Lanny.

Hingga saat ini, kata Lanny, volume transaksi pemegang kartu kredit Visa Infinite terus meningkat dengan rata-rata transaksi senilai Rp10 juta per bulan. Kebutuhan dasar seperti belanja bulanan, biaya utilitas dan bahan bakar merupakan pengeluaran mayoritas pada segmen konsumen kelas atas. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

    NERACA   Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis…

Mas Coin Tawarkan Lima Kelebihan Token Utilitas

NERACA Jakarta - Mas Coin, token utilitas hasil kerja sama antara perusahaan penerbit mata uang, Black G dan exchange Latoken…

Bithumb Global Umumkan Generasi Terbaru Pertukaran Aset Digital

  NERACA Jakarta - Bithumb Global, platform global untuk Bithumb Korea – Korea Selatan top pertukaran aset digital, mengumumkan fitur…