Sepuluh Calon Emiten Antre Listing di Bursa

NERACA

Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali mencetak rekor kesekian kalinya dalam sepekan lalu, menjadi momentum tepat bagi beberapa perusahaan yang berniat go public lantaran di dukung sentiment positif dari fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat dan sentimen luar negeri.

Oleh karena itu, pihak BEI menyakini target emiten baru tahun ini sebesar 32 bakal tercapai. Saat ini, sedikitnya ada 10 perusahaan yang berencana melepas kepemilikan sahamnya melalui penawaran umum saham perdanan alias Initial Public Offering (IPO) di semester awal tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menyebutkan, salah satu di antaranya adalah anak usaha PT PP Tbk (PTPP) yaitu PT PP Properti. Rencananya, pekan ini anak usaha perusahaan BUMN itu akan menggelar mini expose,”Rabu ini PT PP Properti akan menggelar mini expose," ujarnya, Senin (23/2).

PT PP Properti akan melepas 30% kepemilikan sahamnya ke publik. Dana yang diincar dari aksi korporasinya ini mencapai hingga Rp 1,5 triliun. Selain PT PP Properti, PT Merdeka Cooper & Gold dan Rumah Sakit Mitra Keluarga sudah menyatakan minatnya lebih dulu untuk bisa melantai di bursa saham,”Mereka rencananya menggunakan buku November atau Desember 2014," kata Hoesen.

Selain itu, Hoesen juga menyebutkan, masih ada 7 perusahaan lagi yang berniat menggelar IPO di semester pertama tahun ini. Namun, Hoesen masih merahasiakan identitas masing-masing perusahaan. Yang pasti, kata dia, perusahaan-perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur, ritel, konsumer, dua perusahaan telekomunikasi, dan dua perusahaan bergerak di sektor properti.

Kata Hoesen, salah satu perusahaan properti yang akan menggelar IPO punya aset mencapai US$ 1 miliar. Perusahaan ini menargetkan bisa meraup dana IPO sebesat US$ 300 juta hingga US$ 400 juta. Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah bilang, akan ada lagi perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham perdana atau IPO pada awal kuartal II tahun ini. Dimana perusahaan tersebut sudah melakukan paparan dan laporan keuangan yang digunakan adalah buku Desember tahun lalu,”Mulai ada expose ke BEI, tapi yang masuk bukan bulan ini, akan ada listing di bulan April," ujar Ito.

Menurutnya, karena yang akan digunakan adalah buku Desember, maka tidak ada lagi yang IPO pada kuartal I tahun ini. Sedangkan yang menggunakan buku September untuk IPO disebutnya jarang dilakukan,”Kebanyakan gunakan buku Desember. Kebanyakn di April, Mei, Juni. Pipeline yang masuk banyak tapi bagaimana mengatur harinya mereka yang atur sendiri jadwal IPO-nya," jelas Ito.

Sekadar informasi, BEI pada tahun ini menargetkan jumlah emiten baru sebanyak 32. Jumlah tersebut bertambah delapan emiten baru dibanding realisasi tahun lalu, yang hanya 24 emiten dari target revisi sebanyak 25 emiten.

Di era pemerintahan Jokowi-JK, banyak pelaku pasar modal berharap pemerintah bisa memuluskan rencana IPO BUMN guna meningkatkan likuiditas pasar modal. Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan pernah bilang, banyak perusahaan BUMN yang sebenarnya potensial masuk bursa lewat mekanisme IPO pada tahun ini.

Namun, karena ketatnya birokrasi tahun ini IPO BUMN cuma terjadi sekali, yakni terakhir kali pada Wika Beton. Itupun cuma sekelas anak usaha BUMN,”Ya seperti kita tahu untuk IPO di Indonesia harus lewat DPR. Itu yang menentukan apakah BUMN harus IPO atau tidak,” katanya.

Tahun ini, IPO BUMN bisa marak kembali. MenurutHariyajid, paling tidak saat ini ada 30 BUMN yang benar-benar potensial untuk IPO. Namun, dirinya tidak bisa menyebut satu persatu BUMN tersebut mengingat dari 30 BUMN itu sebagian juga merupakan anak usaha BUMN. “Saya pikir ada 30 BUMN yang benar-benar potensial, baik dari level anak usaha hingga induk usaha,” jelasnya.

Setidaknya ada beberapa BUMN yang gagal IPO tahun ini, yakni PT Garuda Maintenance Facilities, PT PLN Batam, dan PT Perkebunan Nusantara VII. Kendati demikian, tidak lantas membuat rencana tersebut benar-benar terhenti. Ketiga BUMN ini kemungkinan besar berpotensi melakukan IPO pada 2015 ditambah beberapa BUMN yang rencanakan IPO tahun depan seperti PT Phapros Tbk dan Jiwasraya. bani

BERITA TERKAIT

Gali Potensi Berwirausaha - Kopi Abah Beri Pelatihan Calon Barista

Mengenalkan lebih jauh potensi kopi dalam negeri di kalangan generasi millennial, Kopi Abah kembali mengadakan Sekolah Barista Santri di Master…

Komisi III DPR Setujui Dua Calon Hakim Konstitusi

Komisi III DPR Setujui Dua Calon Hakim Konstitusi NERACA Jakarta - Komisi III DPR RI menyetujui dua nama calon hakim…

Lima Blok Migas Dilirik Calon Investor

  NERACA Jakarta - Sebanyak lima blok minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia telah dilirik untuk diminati oleh calon…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Sektor Pertanian Kini Mulai Masuk Era 4.0

NERACA Jakarta - Ekonom Universitas Indonesia Riyanto, menyatakan implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian sangat bermanfaat bagi konsumen dan petani…

Hilangkan Ego Sektoral Benahi Transportasi Jabodetabek! - PRESIDEN INGATKAN KEMENTERIAN, PEMDA DAN LEMBAGA LAIN

Jakarta-Presiden Jokowi meminta kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah menghilangkan ego sektoral dalam pengelolaan transportasi Jabodetabek. Presiden mengingatkan kepentingan transportasi nasional…

DAMPAK BANYAK BENCANA DI INDONESIA - Target Devisa Pariwisata Turun US$2,4 Miliar

Jakarta-Pemerintah menurunkan target penerimaan devisa sektor pariwisata tahun ini dari semula US$20 miliar menjadi US$17,6 miliar. Penurunan dilakukan walaupun pemerintah sebenarnya ingin…