Analis : Pasar IPO Diyakini Kembali Semarak - Manfaatkan Peraturan Baru

NERACA

Jakarta – Kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merilis aturan baru soal kemudahan bagi perusahaa tambang yang belum membukukan untung untuk go public direspon positif pelaku pasar dan termasuk calon emiten sektor tambang yang berniat melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, respon positif soal kebijakan peraturan baru tentang kemudahan IPO, langsung dimanfaatkan calon emiten untuk go public,”Setidaknya baru satu perusahaan sektor tambang yang berniat IPO dengan memanfaatkan aturan baru tersebut,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, adalah PT Merdeka Copper and Gold yang berniat IPO dengan memanfaatkan aturan baru tersebut. Perseroan memiliki cadangan terbukti (proven reserve) dan terkira (probable reserve) berdasarkan laporan pihak kompeten yang dipaparkannya sekitar puluhan juta ton emas.

Hoesen mengemukakan, dalam peraturan nomor I-A.1 tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan Perusahaan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara disebutkan, calon perusahaan tercatat harus memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi dan dapat dalam kondisi telah menjalankan tahapan penjualan, telah melaksanakan tahapan produksi namun belum sampai penjualan, belum memulai tahapan operasi produksi”Kalau prosesnya lancar, pada tahun ini perusahaan itu akan mencatatkan sahamnya di BEI," ujarnya.

Hoesen juga menambahkan, pada semester I tahun ini terdapat perusahaan yang sudah masuk dalam "pipeline" IPO, perusahaan itu diantaranya bergerak di sektor properti, pertambangan, konsumer, bisnis ritel, telekomunikasi, manufaktur. Perusahaan itu di antaranya menggunakan buku keuangan periode Desember-November 2014.

Sementara itu, Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih mengatakan bahwa Peraturan Nomor I-A.1. yang resmi diberlakukan pada 1 November 2014 itu akan membuat IPO semakin semarak pada tahun ini dan ke depannya.

Kendati demikian, menurut dia, pada tahun ini sektor pertambangan diperkirakan masih mengalami pelemahan kinerja menyusul permintaan harga batu bara yang mengalami tekanan, melemahnya batu bara itu dapat berimbas ke komoditas lainnya,”Namun untuk jangka panjang sektor itu masih cukup menjanjikan dalam memberikan imbal hasil yang baik," ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

Mandeh, Destinasi Sport Tourism Baru di Sumatera Barat

Kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang selama ini dikenal sebagai Raja Ampat-nya tanah Minang resmi…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…