Lagi, IHSG Masih Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru dan ditutup menguat tipis 3,173 poin (0,06%) ke level 5.403,277. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,016 poin (0,11%) ke level 942,127.

Rekor yang dicatatkan tidak bisa lepas dari peran investor asing yang deras melakukan aksi beli,”Capital inflow yang masih deras di pasar modal kita menjadi salah satu penopang bagi indeks BEI untuk bertahan di area positif dan bergerak di level 5.400 poin," kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Senin (23/2).

Dia menambahkan bahwa masih mengalirnya investasi asing ke dalam pasar modal Indonesia juga ditunjang oleh bursa global dengan mayoritas bergerak di area positif. Situasi saat ini masih dapat dijadikan momentum bagi investor untuk melakukan akumulasi pembelian,”Secara teknikal, IHSG BEI juga belum terlihat untuk menguji level batas bawah atau tertekan, pergerakan IHSG lebih berpotensi menguat, diproyeksikan IHSG BEI akan bergerak di kisaran 5.310-5.444 poin pada perdagangan Selasa,"ungkapnya.

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menuturkan, masih adanya potensi penurunan minyak mentah dunia membayangi pergerakan pasar sehingga dapat memicu koreksi,”Namun, jika terjadi koreksi hal itu bisa dilihat sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi terutama pada emiten perbankan berkapitalisasi besar," katanya.

Asal tahu saja, rekor tertinggi IHSG sebelumnya diraih pekan lalu di posisi 5.400,104 setelah naik 9.655 poin (0,18%). Dana asing kembali masuk lantai bursa. Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 708,169 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 238.870 kali dengan volume 5,68 miliar lembar saham senilai Rp 6,05 triliun. Sebanyak 149 saham naik, 156 turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan awal pekan dengan positif. Hanya bursa saham Singapura yang ditutup melemah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Taisho (SQBI) turun Rp 5.000 ke Rp 320.000, Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 145.000, Unilever (UNVR) turun Rp 725 ke Rp 36.050, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 400 ke Rp 8.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 9.000 ke Rp 296.000, Multi Bintang (MLBI) naik Rp 1.175 ke Rp 10.025, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 575 ke Rp 54.425, dan Indo Tambangraya (IMTG) naik Rp 450 ke Rp 17.750.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup berkurang 9,055 poin (0,17%) ke level Rp 5.391,049. Sementara Indeks LQ45 mundur 1,678 poin (0,18%) ke level 939,433. Saham-saham komoditas dan perbankan yang sudah naik tinggi kini terkena tekanan jual. Beberapa saham lapis dua masih bisa menguat, menahan koreksi indeks jadi tidak terlalu dalam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.677 kali dengan volume 3,633 miliar lembar saham senilai Rp 3,494 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 133 turun, dan 85 saham stagnan. Beberapa transaksi di pasar negosiasi di saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP), dan PT Norvana Development Tbk (NIRO) membuat nilai dan volume transaksi naik cukup tinggi.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 9,83 poin atau 0,18% menjadi 5.409,94, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,83 poin (0,30%) menjadi 943,95. Analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri mengatakan, IHSG kembali menguat pada Senin awal pekan, didukung optimisme pelaku pasar atas pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca Bank Indonesia memangkas tingkat suku bunga acuan (BI rate) pada Selasa (17/2) pekan lalu menjadi 7,5%,”Dengan adanya kebijakan itu saham-saham berkapitalisasi besar dan sensitif terhadap perubahan suku bunga seperti sektor perbankan dan properti dinilai dapat menopang IHSG," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, beberapa saham masih mengalami kinerja di bawah ekspektasi seperti perkebunan dan pertambangan seiring dengan masih melemahnya permintaan ekspor. Dia menambahkan, laju IHSG BEI juga mendapat dukungan dari bursa di AS dan Eropa yang kembali menguat pada akhir pekan lalu yang didorong oleh perpanjangan jatuh tempo utang Yunani selama empat bulan serta data manufaktur AS yang menguat, sehingga berimbas positif terhadap saham-saham di kawasan Asia Senin pagi.

Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih menambahkan, investasi pemodal asing yang masih mengalir ke pasar saham domestik kembali menjadi salah satu pendorong IHSG BEI,”Fundamental ekonomi Indonesia untuk jangka panjang yang baik serta orientasi investor asing yang jangka panjang akan menopang IHSG," ujarnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 148,98 poin (0,60%) ke 24.683,10, indeks Bursa Nikkei naik 159,36 poin (0,87%) ke 18.491,66, dan Straits Times menurun 1,58 poin (0,06%) ke posisi 3.433,32. (bani)

BERITA TERKAIT

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil NERACA Palembang - Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan (Sumsel) masih menemukan jajanan…

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah - Wakil Walikota Sukabumi

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah Wakil Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, tingkat…

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…