Pasar Obligasi Pekan Ini Akan Lebih Baik

NERACA

Jakarta- Pasar obligasi pada pekan ini diprediksi akan lebih baik dibanding pekan sebelumnya didukung positifnya sentimen global. Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, meski nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif yang dapat berpotensi melemahkan laju pasar obligasi, namun tampaknya pelaku pasar mendapat sentimen positif dari turunnya BI rate, sehingga tingkat volatilitas yang ditawarkan kepada para pelaku pasar dapat direduksi.

Dengan demikian, dia berharap para pelaku pasar kembali berminat untuk kembali meramaikan pasar obligasi,”Kami pun masih berharap laju pasar obligasi bisa lebih baik dari pekan sebelumnya seiring dengan membaiknya sentimen global," kata dia di Jakarta, Senin (23/2).

Dia menambahkan, sepanjang pelaku pasar tidak banyak melakukan aksi jualnya maka laju pasar obligasi tidak akan turun negatif signifikan. Namun, jika terdapat pelemahan lanjutan maka diharapkan tidak akan terlalu dalam,”Kemungkinan laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang sekitar 85 hingga 175 bps. Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada," ujarnya.

Pada pekan ini, pemerintah Indonesia akan kembali melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam mata uang rupiah pada Selasa (24/2). Jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp2 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015. Adapun seri-seri yang akan dilelang, yakni seri SPN-S 11082015 (reopening) dengan imbalan secara diskonto dan jatuh tempo pada 11 Agustus 2015.

Selain itu, seri PBS006 (reopening) dengan imbalan sebesar 8,25% dan jatuh tempo pada 15 September 2020, seri PBS007 (reopening) dengan imbalan sebesar 9,0% dan jatuh tempo pada 15 September 2040, serta seri PBS008 (reopening) dengan imbalan 7,0% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2016.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, setidaknya sudah ada tujuh bank besar yang berencana menerbitkan surat utang (obligasi) sebagai sumber pendanaan bisnis untuk kredit. Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan III OJK, Irwan Lubis pernah bilang, bank-bank yang menerbitkan surat utang ini mencari pendanaan lain, selain dari dana pihak ketiga (DPK).

Nantinya, bentuk surat utang ini ada yang obligasi dan medium term notes (MTN). Bank-bank yang akan menerbitkan surat berharga (obligasi) di antaranya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp11,9 triliun, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebesar Rp6,9 triliun,”Kemudian PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebesar Rp5,4 triliun, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) sebesar Rp8,4 triliun, PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) sebesar Rp4,9 triliun," ujarnya.

Sementara, kelompok bank yang akan menerbitkan obligasi dalam bentuk valuta asing (valas) adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp5,8 triliun, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp6 triliun. Pihak BEI mencatat total emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan hingga Rabu (11/2) mencapai Rp4,77 triliun. Nilai itu disumbang empat emisi yang diterbitkan empat emiten. (bani)

BERITA TERKAIT

Makanan Ini Bisa Mencegah Penyakit Jantung dan Darah Tinggi

Menjaga kesehatan jantung tak hanya dengan menghindari makanan cepat saji dan makanan yang diproses berlebihan. Beberapa makanan bahkan baik dikonsumsi…

Hyundai Kona Akan Resmi Diluncurkan di IIMS 2019

PT Hyundai Mobil Indonesia akan meluncurkan mobil berjenis compact sport utility vehicle, Hyundai Kona, pada gelaran Indonesia International Motor Show…

Varian All New Honda Brio Mulai Diekspor ke Pasar Filipina

PT Honda Prospect Motor mulai mengirimkan All New Honda Brio dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk diekspor ke Filipina. Selain…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…