Virus Masuk Melalui Facebook Chat

NERACA.Virus memang sangat berbahaya bagi perangkat komputer karena sifatnya merusak atau menduplikasi data-data yang Anda miliki. Mengingat data yang Anda miliki sangatlah penting sehingga apabila terinveksi virus akan dapat membahayakan data-data tersebut. Berbagai aplikasi yang tersedia dalam perangkat computer tidak lepas dari ancaman terinveksi virus.

Virus juga memiliki perkembangan yang cukup memprihatinkan ditengah-tengah kemajuan teknologi yang ada. Maka banyak perusahaan pengembang teknologi komputer membuat program anti virus untuk memberi rasa aman pada penggunanya.

Ditengah kemajuan teknologi berbagai aplikasi deras memasuki dunia teknologi seperti friendster, facebook, twitter dan semacamnya. Aplikasi-aplikasi tersebut memang untuk tempat bermain virtual dan setelah mengalami kemajuan, banyak yang menggunakan sebagai wadah, forum dan pertemanan. Akan tetapi aplikasi tersebut ternyata tidak begitu saja berjalan mulus dan bebas dari virus.

Untuk itu, berhati-hatilah ketika Anda menggunakan Facebook Chat karena duplikasi dan penyebaran virus yang ada sangat memungkinkan aplikasi itu terserang virus. Jadi jangan menge-klik link yang dikirim teman lewat Facebook Chat bila belum jelas sumbernya. Kewaspadaan itu sangat penting karena kemungkinan besar link tersebut merupakan jebakan virus yang disebar lewat akun teman yang sudah dibajak dan terinveksi virus. Bahanya bila telah terinveksi virus, Anda akan mengalami kesulitan untuk memperbaikinya.

Kewaspadaan

Tentunya virus yang menyebar pada aplikasi facebook merupakan virus yang cukup pintar. Si pembuat virus ini rupanya tahu mengetahui kelemahan Facebook sehingga membuat jebakan tidak melalui aplikasi. Jadi sulit untuk diblokir melalui administrator Facebook. Menurut laporan Vaksincom, serangan ini menyebar sejak pertengahan Agustus 2011. Hingga saat ini banyak pengguna komputer yang sudah terinfeksi oleh serangan jenis worm/rootkit yang dikenal dengan nama W32/Kolab.xx oleh Norman Security Suite. Virus ini juga disebut Click1.

Hal itu terlihat jelas semenjak Agustus, sudah puluhan varian virus yang disebarkan oleh pembuat virus ini. Kemajuan teknologi untuk sesuatu yang positif ternyata masih mendapat tentangan oleh orang-orang yang berfikiran negative. Mereka sebenarnya punya kemapuan yang berguna akan tetapi salah menyalurkannya. Terbukti pada saat awal kemunculannya selama 2 minggu pertama mayoritas antivirus tidak dapat mendeteksi worm/rootkit tersebut baru pada awal September 2011.

Virus/kolab disebarkan lewat layanan Facebook Chat yang biasanya dengan pesan singkat, seperti aplikasi permainan berupa video lucu atau video porno disertai link-nya. Jadi, setelah link tersebut di-klik maka komputer akan mengunduh file virus secara otomatis akun Facebook akan terbajak.

Akan tetapi Facebook yang menjadi korban tidak mengalami perubahan sedikitpun.Hal itu dimanfaatkan oleh pembuat virus untuk menyebarkan lebih banyak link jebakan ke jaringan pertemanan. Saat akun korban mengirim link jebakan secara otomatis, tidak muncul jendela poup sehingga pengguna facebooktidak mengetahui bila akunnya sedang dimanfaatkan.

Solusi

Antisipasi dari awal merupakan kewaspadaan sebagai keamanan untuk perangkat yang Anda miliki dalam menghadapi inveksi virus tersebut. Jangan gampang percaya dengan iming-iming melalui situs phising, dan membuka link yang dikirimkan orang lain walau dengan iming-iming menarik. Kolab termasuk jenis serangan virus yang sulit dibasmi termasuk vaksincom belum ada cara yang efektif membasminya.

Umumnya Kolab/Click1 mendompleng atau menumpang pada file Svchost.exe milik Windows, sehingga cukup sulit untuk mematikannya. Jika Anda memaksa mematikan file Svchost.exe, komputer akan mengalami blue screen of death/BSOD. Termasuk bila mencoba melakukan scan menggunakan tools tertentu seperti GMER, tools yang biasa digunakan untuk mendeteksi rootkit.

Kolab/Click1 memanfaatkan file Svchost.exe Windows, untuk melakukan broadcast pada IP-IP tertentu walau tidak berjalan pada proses atau services Windows. Untuk dapat melakukan aksinya, Kolab/Click1 mendaftarkan programnya pada Windows Firewall yang memperbolehkan melakukan koneksi dan broadcast.

BERITA TERKAIT

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

31 Kasus Sengketa Konsumen Masuk Ke BPSK Kota Sukabumi - Sepanjang Tahun 2018

31 Kasus Sengketa Konsumen Masuk Ke BPSK Kota Sukabumi Sepanjang Tahun 2018 NERACA Sukabumi - Sepanjang tahun 2018, kasus pengaduan…

Bank Indonesia Stabilkan Rupiah Melalui Kebijakan Moneter

  Oleh: Hamzah Syah, Mahasiswa Ekonomi Universitas Soedirman   Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Oppo R17 Pro Resmi Diluncurkan

Oppo akhirnya resmi memperkenalkan smartphone perdananya yang rilis tahun ini untuk pasar Indonesia, yakni R17 Pro. Sesuai namanya, smartphone ini…

Siap-Siap Smartphone Generasi 5G Bakal Bermunculan di Tahun 2019

Pembuat chip asal Amerika, Qualcomm, mengumumkan bahwa lebih dari 30 perangkat 5G, yang sebagian besar adalah smartphone, akan meluncur pada…

Asus Keluarkan Produk Laptop Khusus UKM

Di akhir tahun 2018, ASUS memperkenalkan produk laptop teranyarnya ASUSPRO P1440U, sebuah laptop baru yang dirancang khusus untuk pelaku usaha…