Resmikan KEK Tanjung Lesung, Presiden Galakkan Ekonomi Daerah - Pandeglang, Banten

NERACA

Pandeglang -Presiden Joko Widodo meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung yang merupakan milik perusahan PT Banten West Java Tourism Development Corporation, anak perusahaan PT Jababeka Tbk. Menurut Presiden,KEK Tanjung Lesung Sudah ditetapkan dari 24 tahun lalu, bahkan sudah tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) dari tiga tahun yang lalu, namun begitu tidak berjalan.

Oleh karena itu agar bisa berjalan, Presiden mengajak semua yang terlibat, baik pemerintah daerah dan pusat serta para pengusaha untuk segera bergerak bersama agar KEK Tanjung Lesung ini bisa berjalan dan dapat memberikan kontribusi bagi ekonomi daerah sekitar maupun ekonomi secara nasional. "Kalau memang ingin menggerakan ini mari kita bergerak cepat bersama-sama," tegas Jokowi saat meresmikan KEK Tanjung Lesung, di Pandeglang, Banten, Senin (23/2).

Apa pun yang dibutuhkan, sambung dia seperti infrastruktur jalan tol, akan kami berikan. Asalkan pengusaha juga harus komitmen menyiapkan semua fasilitas sarana dan prasarana penunjang yang ada di sini. "Jangan sampai kami berikan apa yang mereka mau tapi tidak ada apa-apa. Karena memang pertanggungjawabannya besar. "Saya targetkan tiga tahun jalan tol jadi. Tapi pengusaha maupun investor juga harus siap semua seperti hotel dan lain-lainnya juga selesai dalam tiga tahun juga," tegas Presiden.

Menurut Direktur Utama Jababeka Group, SD Darmono, dirinya siap untuk bisa mewujudkan ketersediaan fasilitas dalam tiga tahun ke depan sejalan dengan target yang diinginkan oleh Presiden. "Saya memang meminta waktu lima tahun, namun Presiden menginginkan lebih cepat. Kami tetap siap, untuk bisa merealisasikan itu," jelas dia.

Permata Banten

Hingga saat ini, ada investor enam investor yang berminat menginvestasikan dananya di KEK Tanjang Lesung ini. Adapun kebutuhan investasi diperkirakan akan menelan dana investasi sebesar Rp4,83 trilliun.Sementara yang sudah berinvestasi di sini saat ini ada lima investor dengan membangun Tanjung Lesung Beach Hotel, Kalicaa Villa, Beach Club, Sailing Club dan Legon Dadap.

"Ke depan kami menargetkan sekitar 10 investor. "Dengan nantinya terbangun fasilitas yang memadai seperti jalan tol, maka akan memberikan daya tarik bagi investor lokal maupun luar negeri," ujarnya.Darmono menambahkan, dengan adanya komiten pemerintah memberikan infrastruktur seperti jalan tol, diharapkan pengembangan KEK Tanjung Lesung dapat berjalan lebih baik. Dengan begitu otomatis akan lebih banyak mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan begitu, KEK Tanjung Lesung, terut serta dalam mendukung penambahan devisa negara dari sektor pariwisata khususnya yang berbasis maritim. "Jika infrastruktur memadai fasilitas menunjang tentu akan memberikan magnet tersendiri bagi wisatawan," ucapnya.Darmono optimis, KEK Tanjung Lesung jelas dia akan menjadi "The Jewel of Banten" atau Permata Banten untuk menjadi ikon pusat wisata Banten. Jika saat ini di KEK Tanjung Lesung telah memiliki 44 unit villa istimewa bertaraf internasional dengan fasilitas private pool maka akan dibangun lagi fasilitas lainnya untuk memperkuat yang telah ada.

Seperti diketahui, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019, pemerintah akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Khusus tahun ini, jumlah wisman ditargetkan mencapai 10 juta jiwa dengan nilai devisa sebesar US$12 miliar.

Fasilitas penunjang

Jumlah tersebut dipastikan naik jika dibandingkan dengan capaian pada 2014 yang mencapai 9,44 juta jiwa dan 8,32 juta jiwa pada 2013. Sementara pada 2019 jumlah wisman ditargetkan mencapai 20 juta jiwa. Jikamerujuk pada data per tahunnya, objek wisata Tanjung Lesung mampu mendatangkan sekitar 250 ribu wisatawan per tahun.

Terkait dengan hal tersebut lanjut dia, fasilitas-fasilitas yang ditambah di antaranya pengembangan kawasan wisata dengan konsep mixed development yang terdiri dari 4-5 stars resort, golf course, hotels, dan residensial. Tak hanya itu, perseroan juga akan membangun fasilitas rekreasi termasuk 5 stars theme park di antaranya Maritime Learning dan Research Centre, Entertainment Centre serta Marina Tanjung Lesung.

Dengan penambahan fasilitas tersebut akan membuka 300 ribu lapangan kerja baru secara langsung serta jutaan orang lainnya secara tidak langsung dan tenaga kerja ikutan di sektor informal. Menambahkan itu pula, terdapat dua proyek infrastruktur besar yang sedang dikembangkan di Tanjung Lesung seperti Bandar Udara Banten Selatan dan Jalan Tol Serang-Penimbang yang melalui jalan tol Jakarta-Merak.

Hal ini semua dimaksudkan untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap unvestasi nasional dari sebelumnya hanya sekitar 5%-6% menjadi 12%. Adapun target pemerintah adalah meningkatkan konstribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 8% pada 2019 dari hanya 3,78% pada 2014.Target lainnya menciptakan 13 juta lapangan kerja pada 2019 dari 11,21 juta jiwa pada 2014. [agus]

BERITA TERKAIT

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

Daerah Produsen Sawit Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan berbagai daerah yang merupakan penghasil kelapa sawit…

Konsistensi Kebijakan Ekonomi

Ketika Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI mengendus kebijakan impor berbagai komoditas pangan tampaknya terdapat  kekurangsinkronan antara Kementan,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…