Laba Indo Tambang Raya Turun 2,3%

NERACA

Jakarta –Perusahaan tambang, PT Indo Tambangraya Mega Tbk (ITMG) membukukan penurunan laba bersih sebesar 2,3% menjadi US$ 200,21 juta di akhir 2014. Angka ini merosot jika dibandingkan posisi laba yang mencapai US$ 204,98 juta di 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, laba bersih perseroan yang mengalami penurunan diakibatkan dari turunnya penjualan bersih perseroan sebesar 10,60% menjadi US$ 1,94 miliar, dari posisi penjualan US$ 2,17 miliar di 2013. Sedangkan laba kotor perseroan anjlok 15,62% menjadi US$ 408,09 juta di akhir 2014, dari posisi sebesar US$ 483,69 di tahun sebelumnya.

Sementara laba sebelum pajak perseroan turun 11,30% menjadi US$ 262,03 juta, dari perolehan laba sebelum pajak sebesar US$ 295,44 juta di akhir 2013. Sementara itu, posisi beban lain-lain sepanjang 2014 juga mengalami penurunan sebesar 22,40% menjadi US$ 146,06 juta, dari posisi beban sebesar US$ 188,24 juta di akhir 2013.

Adapun posisi total aset perseroan sepanjang 2014 menjadi US$ 1,30 miliar, atau turun 2,2% dari posisi yang mencapai US$ 1,33 miliar di akhir 2013. Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan volume produksi sebesar 31,5 juta atau mengalami kenaikan sekitar 8,6% bila dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2014 yang mencapai 29 juta ton.

Saat ini manajemen ITMG memilih menstabilkan produksi dan mengefisiensikan biaya pokok produksi, ketimbang dengan menggegot produksi batu bara secara besar-besaran. Maklum menggenjot produksi tak menguntungkan karena harga jual masih murah.

Direktur Indo Tambangraya Megah, Leksono Poeranto pernah bilang, produksi terbesar perseroan masih mengandalkan dari PT Indominco Mandiri. Anak usaha ITMG yang memegang areal konsesi perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) tersebut pada 2015 diharapkan bisa mengahsilkan batubara 17 juta ton. (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…