Fundamental Ekonomi Memacu Kinerja IHSG - Dana Asing Terus Mengalir Ke Bursa

NERACA

Jakarta – Kesekian kalinya dalam sepekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak rekor tertinggi, hingga berada di posisi di posisi 5.400,10 poin pada penutupan perdangan saham akhir pekan kemarin. Penguatan indeks BEI dipicu derasnya aksi beli investor asing.

Merespon kondisi tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat mengatakan, derasnya aliran dana asing atau capital inflow yang masuk ke pasar modal karena didukung faktor fundamental positif ekonomi Indonesia,”Aliran dana asing, bukan hanya karena fundamental emiten, diluar itu seperti sentimen fundamental pemerintahan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Di sisi lain, lanjut dia, faktor nilai tukar dolar AS yang menguat di hampir seluruh mata uang dunia termasuk rupiah juga menjadi salah satu pemicunya. Saat investor asing melakukan transaksi di bursa saham Indonesia, maka akan terekspos dua hal yakni harga saham dan fluktuasi mata uang,”Kalau investasinya ditarik mereka akan mendapat rupiah, lalu ditukarkan ke dalam bentuk dolar AS yang nilainya tinggi maka keuntungannya akan berkurang. Sehingga investor asing terindikasi tetap berada di dalam negeri," katanya.

Samsul Hidayat mengungkapkan, porsi kepemilikan saham investor asing saat ini sekitar 60% dan sisanya sebesar 40% dimiliki investor domestik. Namun dari aspek transaksi rata-rata harian, investor domestik lebih dominan mencapai 65% dan 35% sisanya investor asing. Hal ini lanjutnya, dimungkinkan juga karena time horizon' investasi asing panjang di Indonesia.

Menurut dia, situasi itu akan mendorong kinerja IHSG di BEI akan baik ke depannya. Per 20 Februari 2015 ini, pertumbuhan IHSG BEI mencapai 3,31%. Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida pernah bilang, dirinya menyakini IHSG akan terus mencetak rekor baru hingga akhir tahun.

Hal ini, didasarkan performance positif kinerja IHSG seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal di Tanah Air,”Naik turunnya indeks itu tergantung persepsi. Kenaikan tinggi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kita yang tinggi,"tandasnya.

Selain itu, kata Nurhaida, hal yang memengaruhi meningkatkannya IHSG tidak lepas dari sentimen domestik dan kondisi global. "Kondisi domestik kita juga bagus, global saat ini juga bagus. Apalagi dengan adanya program pembangunan infrastruktur dalam negeri. Memberi dampak positif terhadap persepsi investor," terangnya.

Tertinggi di ASEAN

Menurut Nurhaida, kinerja IHSG BEI di kawasan ASEAN juga merupakan salah satu yang tertinggi pertumbuhannya selama 2015 ini,”Secara ASEAN kita bagus. Sentimen positif di dalam negeri juga bagus dan secara global mendukung pasar saham," ucapnya.

Oleh karena itu, Nurhaida berharap para investor tidak terpengaruh pada sentimen atau tren yang ada setiap hari. Namun, melihat secara prospek jangka panjang atau fundamental. Diperkirakan prospek pasar modal Indonesia ke depan akan semakin bagus,”Sentimen negatif akan menurunkan indeks, para investor sebaiknya melihat secara fundamental. Kita berusaha agar menjaga kepercayaan investor dan bagaimana kita mengawasi pasar modal," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, masih mengalirnya dana asing ke pasar saham domestik menggambarkan bahwa keyakinan investor terhadap kondisi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik,”IHSG dalam jangka pendek masih berada dalam tren penguatan," kata William.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan menambahkan bahwa pada tahun ini indeks BEI berpotensi menyentuh level 6.000 poin,”Sementara dalam waktu dekat ini, IHSG BEI berpotensi menyentuh level 5.400 poin," ujarnya.

Akhir pekan kemarin, IHSG ditutup naik tipis 9.655 poin (0,18%) ke level 5.400,104. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,697 poin (0,07%) ke level 941,111. Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih megatakan, investasi pemodal asing yang masih mengalir ke pasar saham domestik kembali menjadi salah satu pendorong IHSG,”Fundamental ekonomi Indonesia untuk jangka panjang yang baik serta orientasi investasi pemodal asing yang jangka panjang masih menopang IHSG," ujarnya.

Sementara itu, dalam data perdagangan saham di BEI, investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp886,1 miliar pada akhir pekan kemarin, secara kumulatif sejak awal tahun 2015 ini tercatat pembelian bersih investor asing sebesar Rp7,44 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Pilpres 2019: Benahi Ekonomi, Hapus Oligarki

Oleh: Sarwani Pilpres 2019 usai sudah.  Indonesia akan memiliki presiden hasil pilpres pada Oktober tahun ini. Banyak harapan yang dipikulkan…

Pelaku Global Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2%

    NERACA   Jakarta - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebutkan kalangan pelaku ekonomi global memproyeksikan ekonomi Indonesia…

Pemanasan Global Memperburuk Ketimpangan Ekonomi

  NERACA   Jakarta - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pemanasan global dapat memperburuk ketimpangan ekonomi di dunia sejak 1960-an.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rugi Mustika Ratu Membengkak 71,21%

Performance kinerja keuangan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) belum membuahkan hasil. Pasalnya, perseroan masih membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada…

Pefindo Sematkan Rating A- Adhi Karya

Melesatnya pencapaian kinerja keuangan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) belum membawa pengaruhi positif terhadap rating perseroan. Sebaliknya, PT Pemeringkat…

Acset Bukukan Rugi Bersih Rp 90,69 Miliar

NERACA Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan rugi bersih di kuartal pertama 2018 sebesar Rp90,69 miliar, berbalik dibandingkan…