LSPP Bentuk Pengakuan Kompentensi Bankir

NERACA

Jakarta--- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara resmi memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP) untuk melakukan program sertifikasi profesi. "Tugas LSPP adalah meningkatkan kompetensi bankir melalui sertifikasi profesi, mengembangkan dan standar kompetensi sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI), Zulkifli Zaini di Jakarta, Rabu, 14/9

Menurut Zulkifli, pemberian lisensi itu sesuai dengan hasil pertemuan antara Ikatan Bankir Indonesia (IBI), Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), dan Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menetapkan standar kompetensi bagi pegawai bank umum merupakan tanggung jawab dan kewenangan IBI

Lebih jauh kata Dirut Bank Mandiri ini, dalam melaksanakan sertifikasi terhadap bankir nasional, LSPP mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh BNSP, dan berdasarkan pada standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta mendapatkan persetujuan atau rekomendasi dari BI.

Zulkifli menambahkan, LSPP tidak hanya memberikan sertifikasi manajemen risiko, tetapi juga untuk bidang lain seperti audit internal, treasury, kredit, wealth management, general banking, funding & services, operasional, dan compliance. "Pemberian kewenangan untuk menetapkan standar kompetensi dan sertifikasi bankir kepada IBI dinilai tepat karena peningkatan dan pengembangan kompetensi menjadi tanggung jawab asosiasi profesi perbankan," katanya.

Selain itu, terkait dengan krisis keuangan global yang melanda negara-negara maju, Zulkifli mengatakan, peningkatan kompetensi bankir dinilai strategis agar perbankan nasional tidak terlalu defensif dan protektif dalam mengelola bisnis perbankan. "Dengan keberadaan LSPP, para bankir nasional khususnya yang duduk di jabatan komisaris dan direksi tetap didorong tumbuh di tengah kondisi apapun dengan cara mengelola resiko secara optimal. Bukan menghindari risiko," ujarnya.

Ketua BNSP, Adjat Daradjat menambahkan, pihaknya akan membuat uji sertifikasi yang sesuai dengan standar kompetensi kerja sesuai dengan pengguna (demand). "Sertifikasi ini merupakan momentum yang baik bagi industri perbankan ke depan sehingga mempunyai daya saing baik dalam negeri maupun luar negeri," kata dia. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sumsel Bakal Bentuk Tim Percepatan Penurunan Kemiskinan

Sumsel Bakal Bentuk Tim Percepatan Penurunan Kemiskinan NERACA Palembang - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan membentuk tim percepatan penurunan kemiskinan…

Bank BUMN akan Bentuk Fintech

    NERACA   Jakarta - Empat bank BUMN ditambah dua BUMN lainnya akan membentuk perusahaan finansial berbasis teknologi (financial…

Tangerang Serahkan Aset 56 Bidang Tanah Bentuk Hibah

Tangerang Serahkan Aset 56 Bidang Tanah Bentuk Hibah NERACA Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menyerahkan aset sebanyak 56 bidang…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LPEI Dukung Pembiayaan Ekspor Kereta ke Bangladesh

  NERACA   Jakarta - Lembaga Pemerintah Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan menggunakan skema National Interest Account…

Caleg DPR Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat - Angka Kemiskinan Siak Tinggi

  NERACA   Siak – Angka kemiskinan di Kabupaten Siak Provinsi Riau mencapai 93.800 ribu. Padahal, Kabupaten Siak mempunyai kekayaan…

Hongkong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI

    NERACA   Jakarta - Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hongkong, Law Chi Kwong mengunjungi Indonesia dengan misi bertukar…