Sentimen BI Rate, IHSG Masih Menguat

NERACA

Jakarta – Sambut libur imlek kemarin, laju penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Rabu (18/2) kemarin tidak bisa dibendung sejak pembukaan perdagangan hingga penutupan perdagangan. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memangkas acuan suku bunga bank atau BI Rate, disambut positif pelaku pasar dengan aksi beli.

Namun menurut analis Senior LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, sentiment IHSG dipicu adanya keputusan Presiden RI mengenai konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi salah satu positif bagi pasar saham di dalam negeri,”Sikap Presiden itu dinilai dapat memperbaiki atmosfer hukum di Indonesia, situasi itu langsung dimanfaatkan investor saham untuk melakukan akumulasi beli," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, dirinya tidak menafikan penguatan indeks BEI juga di topang penuruan BI Rate menjadi 7,75%. Pasalnya, pemangkasan BI Rate diyakini akan dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sesuai dengan ekspektasi,”Suku bunga yang menurun itu dapat meningkatkan likuiditas di sektor mikro menanjak, itu dapat menopang perekonomian domestik,”ujarnya.

Sementara sentimen eksternal, lanjut Lucky Bayu Purnomo, bursa saham global yang mayoritas bergerak di area positif menambah dukungan bagi IHSG BEI. Situasi itu membuat transaksi investor asing di dalam negeri juga masih marak. Berikutnya, pasca libur imlek, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan diperkirakan akan bergerak menguat sambil menikmati angin segar penurunan BI Rate. Kendatipun demikian, tetap diwaspadai penguatan indeks BEI yang kembali mencetak rekor bakal dimanfaatkan untuk aksi ambil untung.

Mutup perdagangan, IHSG menanjak 52,948 poin (0,99%) ke level 5.390,449. Sementara Indeks LQ45 melompat 10,733 poin (1,15%) ke level 940,414. Transaksi investor asing di pasar reguler tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) hingga mencapai Rp 2,3 triliun.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 241.510 kali dengan volume 12,512 miliar lembar saham senilai Rp 18,082 triliun. Sebanyak 175 saham naik, 112 turun, dan 88 saham stagnan. Volume dan nilai transaksi hari ini bertambah cukup signifikan berkat transaksi saham PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) senilai Rp 3,4 triliun di pasar negosiasi. Penjualan dibantu broker UBS Securities (AK) sedangkan pembelian oleh Profindo International Securities (RG).

Belum lagi ditambah dengan transaksi jual-beli saham PT Bank Tabungan Pensiunan Tbk (BTPN) senilai Rp 5,9 triliun juga di pasar negosiasi. Pasar saham Tiongkok Rabu sudah tutup menyambut Imlek. Bursa-bursa Asia lainnya yang masih buka menutup perdagangan dengan kompak menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 1.300 ke Rp 17.000, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.000, BRI (BBRI) naik Rp 475 ke Rp 12.475, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 65.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 10.000 ke Rp 305.000, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 35.500, Goodyear (GDYR) turun Rp 350 ke Rp 16.150, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 250 ke Rp 8.500.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 55,770 poin (1,04%) ke level 5.393,271. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,357 poin (1,22%) ke level 941,038. Investor langsung berburu saham-saham blue chip sejak pembukaan perdagangan. Tapi tidak semua sektor saham bisa menguat setelah saham-saham agrikultur terkena aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.200 kali dengan volume 4,527 miliar lembar saham senilai Rp 5,608 triliun. Sebanyak 175 saham naik, 83 turun, dan 89 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Matahari (LPPF) naik Rp 975 ke Rp 16.675, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 500 ke Rp 7.000, BRI (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 12.400, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 325 ke Rp 55.275.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 310.000, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 250 ke Rp 8.500, Unggul Indah (UNIC) turun Rp 150 ke Rp 1.600, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 25.050.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka meningkat sebesar 35,25 poin menyusul ekspektasi perekonomian Indonesia yang positif pada tahun ini. IHSG BEI dibuka menguat sebesar 35,25 poin atau 0,66% ke posisi 5.372,75. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 8,91 poin atau 0,96% ke posisi 938,59.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, langkah BI menurunkan BI Rate mendorong perekonomian domestik sehingga mendorong IHSG BEI bergerak menguat. Sebagai informasi, rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Selasa (17/2) kemarin memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin dari 7,75% menjadi 7,5% dengan suku bunga "lending facility" tetap pada level 8% dan suku bunga "deposit facility" turun 25 basis poin menjadi 5,5%.

Purwoko Sartono menambahkan, penurunan BI Rate itu juga merupakan indikasi inflasi pada tahun 2015 ini akan terkendali. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 melalui sidang paripurna, inflasi diasumsikan sebesar 5%. Dari eksternal, lanjut dia, data harga rumah baru di Tiongkok meningkat, hal itu sebagai dampak dari penurunan suku bunga kredit dan merupakan sinyal dari pemulihan ekonomi di negeri tirai bambu itu.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 60,59 poin (0,24%) ke 24.845,47, indeks Bursa Nikkei naik 169,81 poin (0,94%) ke 17.845,47, dan Straits Times menguat 13,84 poin (0,38%) ke posisi 3.429,70. (bani)

BERITA TERKAIT

Optimisme Ekonomi Positif Bawa IHSG Menguat

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup menguat seiring penilaian investor terhadap…

Tutup CGV di Mall of Indonesia - Graha Layar Masih Agresif Buka Layar Baru

NERACA Jakarta –PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menutup kegiatan operasional layar lebar CGV di pusat perbelanjaan Mall Of I…

E-Bookbuilding Rampung Tengah Tahun - Peran BEI Masih Menunggu Arahan OJK

NERACA Jakarta – Mendorong percepatan modernisasi pelayanan pasar modal di era digital saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…