Optimalkan DHE Sumber Daya Alam Indonesia - Citi Indonesia Dukung Pemerintah

NERACA

Pada tanggal 1 April mendatang, Pemerintah akan menerapkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4/M-DAG/PER/1/2015 tentang Ketentuan PenggunaanLetter of Credit(L/C) untuk Ekspor Barang Tertentu yang diharapkan akan meningkatkan akurasi perolehan devisa hasil ekspor.Peraturan tersebut mengharuskan ekspor terhadap empat komoditas unggulan, yakni mineral, batubara, minyak bumi dan gas serta minyak sawit dilakukan dengan fasilitas transaksi internasional L/C yang mendorong akurasi perolehan devisa hasil ekspor.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar NegeriPartogi Pangaribuanmenyampaikan, peraturan ini ditujukan untuk mendorong pengembangan investasi dan hilirisasi, serta peningkatan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sekaligus untuk melindungi sumber daya alam. Di samping itu, peraturan ini akan memberi kepastian devisa hasil eskpor benar-benar masuk ke Indonesia melalui Bank Devisa di dalam negeri, menghindari transaksi ekspor yang tidak wajar, serta meningkatkan tertib usaha di bidang ekspor.

“Sedangkan bagi eksportir, manfaat yang diperoleh adalah mendapatkan rasa aman dalam bertransaksi dengan mitra usahanya di luar negeri," ujar dia.

Sebagai bank global dengan pengalaman dan jaringan di lebih dari 160 negara, Citi memberikan solusi kepada nasabah-nasabah korporasi untuk menikmati kemudahan dalam melakukan transaksi ekspor dengan L/C. Keunggulan Citi ini memberikan nilai tambah bagi pihak eksportir dan importir apabila keduanya merupakan nasabah Citi.

Layanan perbankan berplatformdigital yakni, CitiDirect Banking Evolution (CitiDirect BE) juga menjadi solusi pendukung transaksi ekspor. Dengan CitiDirect BE, nasabah korporasi dengan mudah dapat mengetahui status transaksi secara online, membuat laporan khusus terhadap transaksi tersebut, juga mendapat pesan notifikasi terhadap transaksi tersebut.

Intergrasi sistem antara Exporters ERP dan Citi for Export and Document Preparation solutions pun meneguhkan Citi Indonesia sebagai partner pilihan tepat dan handal untuk mendukung transaksi ekspor bagi nasabah.

Chief Country OfficerCiti IndonesiaTigor M. Siahaan."Pemberlakuan peraturan ini tentunya akan banyak memberikan perubahan arus transaksi di industri terkait. Oleh karena itu, Citi dengan pengalaman dan jaringan global yang dimiliki berusaha untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah dengan kepentingan korporasi agar tetap terpenuhi dengan optimal.

“"Citi Indonesia selalu berupaya untuk dapat menunjang efisiensi dan efektifitas transaksi keuangan nasabah korporasi kami dengan menghadirkan teknologi dan inovasi yang juga meningkatkan akurasi serta keamanan fasilitas kami," ungkapdia

BERITA TERKAIT

Dukung Pertumbuhan IPO - Lagi, EY Gelar IPO Masterclass Bagi Direksi

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan industri pasar modal di dalam negeri, Ernst & Young Indonesia (EY) berkomitmen kuat untuk turut…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Empat Prioritas Kemenperin di 2019 - Pembangunan Kualitas SDM Industri Menjadi Fokus Pemerintah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian siap mengejar empat program kerja prioritas di tahun 2019. Keempat program tersebut merupakan langkah strategis…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…