Memilah Cat Hunian Yang Aman Bagi Kesehatan

Banyak yang tidak mengetahui bahwa bahan cat dinding memiliki peranan yang cukup penting dalam menjaga kesehatan penghuni hunian. Berdasarkan bahannya, cat dibagi dalam dua jenis, yaitu solvent based untuk menggunakan tiner dan water based (menggunakan air).

Dulu, sebagian besar cat yang ada di pasaran adalah cat solvent based. Ini berlaku untuk cat dinding maupun cat kayu dan besi. Namun kini bahan cat dinding mulai mengarah ke water based yang dianggap lebih aman. Cat kayu dan besi menyusul kemudian, walaupun belum sebanyak cat dinding.

Mengandung Solvent

Solvent digunakan sebagai pencampur cat, karena dengan takaran yang pas bisa membuat cat memiliki kekentalan yang juga pas. Ini membuat cat menjadi mudah diaduk, mudah diaplikasikan, dan cepat kering. Namun solvent tidak ramah bagi lingkungan dan juga tidak ramah bagi kesehatan manusia. Cat yang sudah diaplikasikan pada dinding dan sudah mengering, sebenarnya sudah tidak lagi mengandung solvent.

Secara instan, bahan ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan ringan seperti seperti mata pedas, kulit perih, gangguan saluran perna-fasan, atau alergi. Sedangkan bila dihirup dalam jangka waktu lama, bahan ini bisa menyebabkan kanker, kerusakan hati, dan gangguan sistem saraf.

Timbal dan Merkuri

Bahan berbahaya lainnya yang terkandung dalam cat adalah timbal dan merkuri. Timbal ini terkandung di dalam pigmen, yaitu bahan untuk memberi warna pada cat. Cat warna kuning dan oranye memiliki kandungan timbal yang lebih tinggi dibandingkan warna-warna lain.

Selain itu permasalahan yang sering terjadi pada cat hunian ialah mengelupasnya cat tembok atau di sebutflaking, sudah barang tentu merupakan hal yang sering terjadi pada semua hunian. Ujung-ujungnya, kita seringkali menyalahkan kualitas cat yang kita beli. Padahal, semua cat apakah itu cat berkualitas atau tidak,flakingterus menghantui.

Pengelupasan cat bisa terjadi karena kondisi dinding yang lembab, sebabnya karena adanya rembesan air hujan dari talang air yang konstruksinya kurang baik, atau bisa juga dikarena proses pengerjaan dinding yang tidak baik. Lakukan pengerokan terhadap lapisan cat yang terkelupas tadi sampai terlihat permukaan dinding, lalu. Untuk penggunaan cat tembok, baiknya gunakan cat dengan kualitas yang baik yang daya rekat dan elastisitasnya juga cukup baik, sehingga daya tahan cat pun akan lebih lama.

Menggunakan cat tembok dengan kualitas rendah memang lebih hemat, tetapi pada dasarnya itu lebih boros, karena cat tembok akan cepat mengelupas. Karena cat tembok bermutu tinggi, pasti memiliki daya rekat yang lebih baik lagi, selain itu daya sebarnya pun lebih luas. Biasanya warna yang dihasilkan tidak mudah pudar asalkan digunakan dengan cara tepat, selain itu bahannya pun tidak berbahaya bagi kesehatan.

BERITA TERKAIT

Asuransi Kesehatan Kembali Merugi

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya   Hingga akhir tahun 2018 lalu defisit…

Bidik Pasar Milenial - Erha Luncurkan E-commerce Produk Kesehatan Kulit

Boomingnya industri e-commerce di dalam negeri, dimanfaatkan Erha sebagai klinik kesehatan kulit untuk mendongkrak penjualan. Apalagi, saat ini belum banyak…

Dunia Usaha - Perang Dagang AS-China Disebut Beri Peluang Bagi Manufaktur RI

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah fokus menggenjot investasi di lima sektor yang menjadi prioritas dalam Making Indonesia 4.0, yaitu…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang

BTN Tingkatkan Literasi Properti Generasi Milenial Kota Malang NERACA Malang - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berupaya untuk meningkatkan…

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah

Pengurusan Sertifikat Apartemen di DKI Semakin Mudah NERACA Jakarta - CEO Kemang Village Reza Chatab menilai pengurusan sertifikat kepemilikan apartemen…

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan

Pergub Pembinaan Pengelolaan Rusun Menimbulkan Keresahan NERACA Jakarta - Ahli hukum, Razman Arif Nasution menilai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta…