Kejar Wajib Pajak Selebriti

NERACA

Masih rendahnya tingkat kepatuhan Wajib Pajak (WP) di Indonesia, merupakan tantangan yang cukup berat bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).Pasalnya, kesadaran wajib pajak yang rendah seringkali menjadi salah satu sebab banyaknya potensi pajak yang tidak terpungut.

Berdasar data Ditjen Pajak, dari 254,8 juta penduduk di Indonesia, terdapat 45 juta penduduk yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun yang terdaftar hanya 25 juta penduduk. Artinya ada 20 juta penduduk yang belum melakukan kewajiban pajak.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Sigit Priadi Pramudito menuturkan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi, terutama kalangan profesional memang masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya angka kontribusi wajib pajak orang pribadi.

"Dari 981,9 triliun realisasi penerimaan pajak 2014, hanya 4,7 triliun yang berasal dari kontribusi wajib pajak orang pribadi," ujar Sigit.

Ada beberapa inisiatif yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak guna memaksimalkan target penerimaan pajak. Salah satunya adalah dengan menggandeng selebriti dalam melakukan sosialisasi wajib pajak kepada masyarakat. Harapannya agar selebriti dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian atas kewajiban perpajakannya.

"Selebriti itukan public figure. Mereka bisa menjadi teladan dan bisa mengimbau masyarakat agar taat bayar pajak," ujar Sigit dalam acara sosialisasi perpajakan "Selebriti Membangun Negeri, Untuk Indonesia yang Lebih Baik" di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta beberapa waktu lalu

Dalam acara yang dihadiri sejumlah pesohor Tanah Air seperti Titiek Puspa, Adi MS, Anwar Fuady, Inul Daratista, Dinda Kanya Dewi, dan Surya Saputra itu, salah satu personil band Kahitna, Mario Ginanjar, berpendapat bahwa saat ini sosialiasi mengenai pajak di masyarakat masih belum cukup.

“Lantaran sosialisasi yang minim, masyarakat jadi takut bayar pajak. Kepercayaan trust issue besar sekali. Semoga ke depan, 2015, tidak ada lagi petugas pajak yang bandel," ujar dia.

Meski begitu, Mario menegaskan agar hal tersebut tidak dijadikan alasan oleh mayarakat untuk tidak membayar pajak. Pasalnya, menurut dia, membayar pajak wajib dan berguna untuk membangun negara.

“Bukan alasan untuk tidak bayar. Kita punya kewajiban bayar pajak,” imbuh dia

Tahun ini pemerintah telah menyepakati asumsi target penerimaan pajak 2015 hingga Rp 1.380 triliun. Angka itu lebih tinggi ketimbang target tahun lalu yang sebesar Rp 1.072 triliun. Selain mensosialisasikan kepada mereka yang memiliki penghasilan yang besar dari sektor bisnis hiburan, pencapaian target pajak tersebut juga akan didorong melalui penyempurnaan peraturan perundang-undangan, ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan, serta penyesuaian kebijakan pada bidang bea masuk, bea keluar, dan pajak penghasilan (PPh).

BERITA TERKAIT

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…