BSD Targetkan Penjualan Rp 7,5 Triliun - Masih Andalkan BSD City

NERACA

Jakarta –Keyakinan pasar properti tahun ini masih akan tetap tumbuh karena ditopang dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan masyarakat kelas menengah. Maka atas dasar itulah, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengincar pra-penjualan senilai Rp 7,5 triliun tahun 2015. Target tersebut tumbuh 25% lebih tinggi ketimbang pra-penjualan tahun lalu sebesar Rp 6 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya mengatakan, perseroan dengan kapitalisasi pasar Rp 33 triliun juga menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar10% sampai 15% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu,”Target ini diharapkan berasal dari penjualan residensial, kavling tanah, apartemen, kawasan perkantoran, maupun pusat belanja,”ujarnya di Jakarta, Selasa (17/2).

Sebelumnya, perseroan meluncurkan beberapa produk seperti Nava Park, hasil kolaborasi dengan Hongkong Land seluas 68 hektar di kawasan BSD City. Selain itu juga akan dikembangkan apartemen di Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Taman Permata Buana, Jakarta Barat, dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan serta beberapa proyek di luar Jawa seperti Balikpapan dan Samarinda.

Kata Hermawan, segmen residensial dan penjualan kavling tanah diperkirakan masih mendominasi penjualan. Disebutkan, pada 2014 residensial berkontribusi sebesar 48% dan kavling tanah 31%. Sedangkan prapenjualan marketing sebesar Rp 6,5 triliun atau 108% dari target Rp 6 triliun.

Sepanjang 2014, BSDE mampu menjual sebanyak 2.421 unit rumah, lahan, ruko, strata title, dan industrial. BSD City membukukan kontribusi sebanyak 75%, disusul Grand Wisata Bekasi, dan Grand CityBalikpapan 6%, dan Kota Wisata 5%.

Sementara itu, penjualan kavling di luar penjualan kavling kepada perusahaan kolaboratif, mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 617% menjadi Rp 2,02 triliun dibandingkan pencapaian 2014 Rp 282,27 miliar. Adapun segmen industrial dan ruko tumbuh signifikan 12% menjadi Rp 769,291 miliar, dan strata title, Rp 317,322 triliun.

Sementara Sinar Mas Land sebagai induk usaha juga terus agresif dalam mengembangkan ekspansi bisnisnya. Teranyar, perseroan bakal membangun dua proyek resort di tiga kota. Namun sayangnya, perseroan belum mau menyebutkan dua kota tersebut,”Kita belum mau sebutkan dua kota yang bakal menjadi tempat investasi karena ini kesepakatan kerjasama dengan patner,”kata Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Service Sinar Mas Land.

Dia menuturkan, kerjasama ini melibatkan perusahaan asing dengan nilai investasi yang cukup besar. Disebutkan, proyek tersebut akan dilakukan pada tahun ini, di dua lokasi berbeda,”Satu lokasi baru yang belum pernah dimasuki oleh Sinar Mas Land sebelumnya, satu lokasi lainnya sudah ada proyek di sana," ungkap Ishak.

Proses penjajakan kerja sama tersebut telah dilakukan sejak setahun terakhir dan akan segera direalisasikan pembangunanya pada tahun depan. (bani)

BERITA TERKAIT

Incar Penjualan Tumbuh 15% - PBID Genjot Produksi Plastik Foodgrade

NERACA Jakarta – Seiring bakal beroperasinya pabrik baru, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) menambah kapasitas produksi plastik foodgrade. Nantinya…

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Siapkan Belanja Modal Rp 7,5 Triliun - XL Perkuat Jaringan Daerah Potensi Wisata

NERACA Bayuwangi - Banyuwangi adalah salah satu daerah yang sukses mengembangkan potensi pariwisatanya dengan memanfaatkan sarana digital sebagai sarana promosi.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…