BCA Finance Incar Pembiayaan Rp 27 Triliun - Tawarkan Bunga Kompetitif

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2015, perusahaan pembiayaan kendaraan PT BCA Finance menargetkan pembiayaan mencapai Rp27 triliun. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding realisasi 2014 yang hanya mencapai Rp22,4 triliun,”Target pembiayaan tahun ini mencapai Rp 27 triliun. Dimana sumber pendanaaan masih joint financing dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 90%,”kata Direktur Direktur BCA Finance, Roni Haslim di Jakarta, Selasa (17/2).

Menurut dia, sumber dana pembiayaan akan didatangkan dari penerbitan obligasi, pinjaman bank lain, dan kas internal perusahaan. Adapun kenaikan pembiayaan di tahun ini masih didatangkan dari penjualan mobil. Padahal pada tahun lalu penjualan mobil tercatat masih stagnan.

Jika target pembiayaan perseroan terealisasi dengan baik, jelas dia, perseroan bakal meraup laba bersih mencapai Rp1,3 triliun atau naik 18,18% dibanding perolehan di tahun lalu sebesar Rp1,1 triliun. Perseroan saat ini menurunkan bunga 0,5% untuk nasabah yang akan menjalankan pinjaman dalam jangka waktu satu sampai empat tahun. Dengan adanya langkah ini, diharapkan bisa menarik minat orang yang akan menggunakan pembiayaan BCA Finance.

Kemudian untuk mendanai belanja modal, perseroan menerbitkan obligasi kelanjutan senilai Rp 4 triliun. Untuk tahap pertama, anak usaha dari PT Bank Central Asia Tbk ini berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun. Adapun kupon bunga obligasi yang ditawarkan BCA Finance berkisar 8,25% hingga 9%.

Disebutkan, penawaran umum berkelanjutan II BCA Finance senilai Rp 1 triliun ini akan diterbitkan dalam tiga seri. Untuk seri A memiliki tenor 370 hari dengan bunga obligasi sebesar 8,25%, tenor seri B selama 24 bulan dengan bunga 8,5%, dan tenor selama 36 bulan dengan bunga sebesar 9% itu untuk seri C,”Kami optimis obligasi ini akan sukses dan dapat terserap pasar,”kata Roni Haslim.

Masa penawaraan awal akan dilaksanakan pada 17 Februari hingga 4 Maret 2015 dengan perkiraan tanggal efektif pada 17 Maret 2015. Masa penawaran obligasi pada 18-24 Maret 2015 dan tanggal penjatahan diperkirakan akan dilakukan pada 25 Maret 2015.

Sedangkan, tanggal distribusi diperkirakan akan dilakukan pada 27 Maret 2015 dan rencananya dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Maret 2015. Rencana emisi obligasi telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 9 Desember 2014.

Lebih dalam dirinya mengungkapkan, bahwa seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini, akan digunakan untuk modal kerja kegiatan usaha pembiayaan perseroan. Dalam aksi korporasi di pasar modal (emisi obligasi) ini, BCA Finance telah memilih PT BCA Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT HSBC Securities Indonesia untuk menjadi penjamin pelaksana emisi. Sementara yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Dalam penerbitan obligasi ini, BCA Finance telah mengantongi pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yakni idAAA. Sedangkan dari PT Fitch Ratings Indonesia, BCA Finance mendapatkan peringkat AAA(idn).

Sebagai informasi saja, pendapatan BCA Finance hingga 30 September 2014 mencapai Rp 1,6 triliun atau naik 14,6% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya Rp 1,4 triliun. Sementara itu, laba komprehensif tahun berjalan BCA Finance naik 3,6% menjadi Rp 714,8 miliar dari sebelumnya Rp 689,8 miliar per 30 September 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol NERACA Jakarta - KPK mengusulkan Rp20 triliun dari APBN digunakan untuk membiayai kegiatan…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…