Libur Imlek, IHSG Rawan Aksi Ambil Untung

NERACA

Jakarta – Respon positif pelaku pasar atas kebijakan Bank Indonesia (BI) yang masih mempertahankan BI Rate di level 7,75%, membawa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis,”Setelah mengalami fluktuasi, IHSG BEI bergerak menguat di sesi akhir perdagangan seiring dengan mata uang rupiah yang mengalami penguatan," ujar analis dari PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe di Jakarta, Selasa (17/2).

Menurut Kiswoyo, data neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2015 yang mengalami surplus sebesar US$ 710 juta menjadi salah satu penopang bagi IHSG BEI kembali berada dalam area positif.

Namun di sisi lain, lanjut dia, konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang masih berlangsung menjadi penahan laju IHSG BEI lebih tinggi.

Sebagian investor mencermati situasi politik itu dalam melakukan pengambilan keputusan investasinya,”Sentimennya masih berimbang, diperkirakan IHSG BEI bergerak dalam kisaran mendatar pada pekan ini," katanya di Jakarta, Selasa (17/2).

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, IHSG masih bertahan di area positif menyusul masih adanya aksi beli sebagian investor di tengah gejolak bursa saham regional dan politik di dalam negeri,”Pelaku pasar direkomendasikan untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar yang dapat menjadi pendorong IHSG,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Rabu diperkiran rawan terkoreksi seiring libur imlek. Pasalnya, investor akan memanfaatkan penguatan indeks untuk aksi ambil untung. Mengakhiri perdagangan, Selasa (17/2), IHSG ditutup naik 12,006 poin (0,23%) ke level 5.337,501. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,877 poin (0,31%) ke level 929,681.

Aksi beli malah ramai menjelang penutupan perdagangan. Indeks berhasil keluar dari zona merah hanya beberapa menit sebelum penutupan perdagangan. Pelaku pasar asing ramai berburu saham jelang penutupan. Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 375.835 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 174.835 kali dengan volume 5,247 miliar lembar saham senilai Rp 4,686 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 142 turun, dan 111 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed. Pelaku pasar masih menanti perkembangan utang Yunani yang sempat menolak tawaran bailout dari Uni Eropa.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 35.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 750 ke Rp 18.425, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 500 ke Rp 10.000, dan Indocement (INTP) naik Rp 375 ke Rp 23.800. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 600 ke Rp 5.400, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 450 ke Rp 8.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 275 ke Rp 54.950, dan Toba Pulp (INRU) turun Rp 265 ke Rp 880.

Perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat tipis 1,064 poin (0,02%) ke level 5.326,559. Sementara Indeks LQ45 naik 1,920 poin (0,21%) ke level 928,724. Indeks masih bertahan di teritori positif meski dengan poin yang tipis. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi ambil untung.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 95.125 kali dengan volume 2,654 miliar lembar saham senilai Rp 2,624 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 115 turun, dan 105 saham stagnan. Pergerakan bursa-bursa regional tidak banyak berubah sejak awal, masih bervariasi. Minim sentimen beredar setelah Wall Street libur.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis sebesar 0,18 poin atau 0,01% ke posisi 5.325,68. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 0,04 poin atau 0,01% ke posisi 926,85,”Data neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus serta pergerakan nilai tukar rupiah yang cukup stabil terhadap dolar AS menjadi salah satu pendukung IHSG BEI bergerak menguat," kata Analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 710 juta pada Januari 2015. Oleh karena itu, lanjutnya, pelaku pasar direkomendasikan untuk memperhatikan saham sektor perbankan, otomotif dan infrastruktur.

Di sisi lain, lanjut dia, bursa Eropa yang pada perdagangan awal pekan kemarin bergerak menguat didukung sentimen positif dari perkembangan negosiasi utang Yunani serta bursa Asia yang bergerak stabil menambah dorongan bagi IHSG BEI berada di area positif.

Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa pelaku pasar menanti rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang sedianya akan dilaksanakan pada Selasa. Dimana acuan suku bunga atau BI Rate diperkirakan masih bertahan di level 7,75% karena risiko eksternal yang masih tinggi.

Selain itu, Mandiri Sekuritas juga meyakini current account deficit (CAD) akan kembali membaik menjadi 2,8% terhadap GDP pada 2015. Impor yang turun karena reformasi subsidi dan ditambah potensi turunnya harga minyak sebesar 30-40% pada 2015 menjadi penyebabnya. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 25,81 poin (0,10%) ke 24.752,34, indeks Bursa Nikkei turun 41,94 poin (0,23%) ke 17.962,83, dan Straits Times melemah 13,98 poin (0,40%) ke posisi 3.413,16. (bani)

BERITA TERKAIT

Indofood Raup Untung Rp 4,17 Triliun

NERACA Jakarta - Emiten makanan dan minuman, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil mencetak kinerja keuangan yang cukup apik…

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar…

Aksi Beli Investor Bawa Tren Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penjualan Kirana Megatara Turun 16,07%

Di tahun 2018, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) mencatatkan penjualan bersih Rp 10,16 triliun atau terkoreksi 16,07%, dibandingkan tahun sebelumnya…

Operasi Tangkap Tangan KPK - KRAS Pastikan Tidak Pengaruhi Kinerja

NERACA Jakarta - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memastikan, operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan…

ITMG Bagikan Dividen US$ 261,50 Juta

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memutuskan untuk membagikan dividen final senilai…