Pegadaian Terbitkan Obligasi Berkelanjutan I/2011

Jakarta - Perum Pegadaian menerbitkan obligasi berkelanjutan I dengan tingkat bunga tetap dan/atau mengambang pada 2011 dengan nominal Rp1 triliun dan jangka waktu pengembalian maksimal 10 tahun. "Untuk mendukung pengembangan usaha pada 2011, memperkuat struktur permodalan, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami menerbitkan obligasi berkelanjutan I dengan tingkat suku bunga tetap dan/atau mengambang dengan nominal Rp1 triliun," kata Direktur Utama Pegadaian Suwhono di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, dana hasil Emisi Obligasi Berkelanjutan I Perum Pegadaian 2011 sebesar Rp1 triliun setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan 30 persen di antaranya untuk modal kerja khususnya ekspansi kredit usaha dalam rangka menyalurkan pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dan fidusia.

Sebanyak 70 persen sisanya akan digunakan untuk menurunkan pinjaman perbankan. "Sebelumnya Perum Pegadaian telah menerbitkan obligasi beberapa kali," katanya.

Penerbitan obligasi meliputi Obligasi I/1993 sebesar Rp50 miliar, Obligasi II/1994 sebesar Rp25 miliar, Obligasi III/1996 sebesar Rp100 miliar, Obligasi IV/1997 sebesar Rp100 miliar, Obligasi V/1998 sebesar Rp64,6 miliar, Obligasi VI/ 1999 sebesar Rp135 miliar, dan Obligasi VII/2000 sebesar Rp150 miliar.

Kemudian Obligasi VIII/2001 sebesar Rp300 miliar, Obligasi IX/ 2002 sebesar Rp300 miliar, Obligasi X/2003 sebesar Rp400 miliar, Obligasi XI/2006 sebesar Rp500 miliar, Obligasi XII/2007 sebesar Rp600 miliar, dan Obligasi XIII/2009 sebesar Rp1,5 triliun.

"Dalam penerbitan obligasi berkelanjutan I/2011, Perum Pegadaian memeroleh hasil pemeringkat atas Surat Hutang Jangka Panjang dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) dengan Rating AA+," katanya.

Hal itu berarti BUMN tersebut dinilai memiliki fundamental usaha dan keuangan yang baik serta kepercayaan dari kreditur dan investornya. Pada penerbitan obligasi kali ini, perusahaan umum itu menggandeng PT Bahana Securitas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Pada 2011, pihaknya memproyeksikan omzet (penyaluran kredit) akan mencapai Rp84,777 triliun dengan proyeksi laba bersih Rp1,426 triliun, proyeksi total aset perusahaan akhir 2011 sebesar Rp27,714 triliun.

"Kinerja sampai dengan 30 Juni 2011 menunjukkan, perolehan laba sebelum pajak mencapai Rp950 miliar dengan pencapaian total aset sebesar Rp22,760 triliun," katanya.

Sementara setahun sebelumnya kinerja perusahaan berdasarkan laporan keuangan (audited) 2010 mencakup omzet Rp62,266 triliun atau meningkat 28 persen dibanding 2009, laba bersih Rp1,179 triliun naik 47 persen dibanding 2009, ekuitas Rp3,296 triliun atau naik 29 persen dibanding 2009, dan jumlah aset perusahaan Rp20,283 triliun atau naik 29 persen dibanding 2009.

Related posts