RI Gandeng Belanda Kembangkan Kemaritiman - Kerjasama Ekonomi Belateral

NERACA

Jakarta – Usai berkonsultasi dengan Pemerintahnya di Den Haag, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rob Swartbol, kembali ke Jakarta dan segera mengadakan pertemuan dengan Menko Kemaritiman RI guna membahas program kerjasama Kemaritiman RI-Belanda. Dalam pertemuan dengan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, di Jakarta, Jumat pekan lalu, Dubes Swartbol menginformasikan tentang berdirinyanya Perpustakaan Asia di Universitas Leiden, yang menghimpun koleksi buku-buku dan dokumen-dokumen tentang Indonesia, yang terbesar di dunia, termasuk koleksi sejarah, seni dan budaya bahari Nusantara. Kegiatan riset tentang sejarah dan peradaban bahari Nusantara guna mewujudkan Indonesia sebaga Poros Maritim Dunia akan menjadi pembuka kerjasama kemaritiman RI-Belanda ini.

Di samping itu, Menko Kemaritiman dan Dubes Belanda sepakat untuk menjajagi beragam kerjasama bidang kemaritiman, seperti penerapan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi terintegrasi guna memantau seluruh kegiatan pembangunan kemaritiman di tanah air. Di samping itu, dijajagi kerjasama untuk pengembangan tujuan wisata Pulau Lombok, serta meningkatkan frekuensi kedatangan kapal-kapal wisata Holland American Lines ke Indonesia.

Dalam pertemuan tadi, disepakati kelanjutan pengembangan kapasitas sumberdaya manusia, tidak hanya melalui pendidikan tinggi, namun juga melalui pendidikan vokasi di bidang kemaritiman sehingga para lulusannya bisa memperoleh sertifikat Internasional, antara lain dari International Maritime Organization (IMO). Indonesia dan Belanda juga sepakat untuk tampil bersama di World Expo Milan 2015 di Milan, Italia guna menampilkan produk-produk yang berkaitan dengan pangan dan energi.

Mengingat Indonesia dan Belanda telah menandatangani Kerjasama Kemitraan Strategis, maka pada akhir Maret 2015 akan digelar sebuah Lokakarya di Jakarta guna membahas implementasi keriasama kemaritiman antara Indonesia dan Belanda ini.

Belanda dan Indonesia memiliki sejarah panjang di bidang kemaritiman, khususnya dengan TNI-AL. Kapal kapal perang TNI-AL jenis Frigate kelas Ahmad Yani serta jenis korvet kelas Fatahillah, adalah buatan Belanda. Saat ini PT PAL-Surabaya tengah membangun kapal perang TNI-AL jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas SIGMA, bekerjasama dengan DAMEN Shipyard, Belanda.

Di bidang pengembangan kapasitas, banyak tokoh-tokoh Indonesia yang dididik di lembaga pendidikan Kemaritiman Belanda, Den Helder, antara lain Pahlawan Nasional Yos Soedarso tahun 1953. Sedang kerjasama riset bidang kelautan antara Indonesia dengan Institut Riset Kelautan Belanda– NIOZ segera dihidupkan kembali.

Terkait kerjasama internasional di bidang kelautan, sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan dan perikanan yang berwawasan luas dan berdaya saing tinggi menjadi salah satu prioritas. Hal ini dikarenakan SDM merupakan kunci keberhasilan dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan. Pencetakan SDM kompeten dan inovatif membutuhkan institusi pendidikan yang andal dan kerja sama yang intensif dengan semua pihak di dalam dan luar negeri, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat (AS). Untuk itu, KKP, melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) menggelar kegiatan Indonesia-America Network (IA Net), bulan lalu, di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bertaraf internasional. Hal itu sebagaimana diamanatkan UU 31/2004 jo. UU 45/2009 tentang Perikanan. Selain itu dalam UU 20/2003 jo. UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, menyebutkan bahwa pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan.

Di sisi lain, dalam menghadapi perkembangan era globalisasi baik tingkat regional maupun internasional, khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 perlu dilakukan kerjasama dengan dunia internasional dalam mengembangkan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan. “AS merupakan negara maju yang menjadi acuan dunia dan satuan Pendidikan lingkup KKP dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,” tambahnya.

Menurut Susi, kegiatan seperti ini perlu terus ditingkatkan untuk membentuk SDM yang kompeten yang akan menjadi agen pembaruan dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. “Lembaga pendidikan di bawah KKP harus selalu menjadi pelopor dalam menghasilkan teknologi terapan yang inovatif untuk peningkatan produktivitas dan saya saing sektor kelautan dan perikanan,” ujar Susi.

BERITA TERKAIT

Kementan Optimis 2020 Mengekspor Beras

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian optimis akan mengekspor beras disamping memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden…

Cargill Komit Mendukung Masyarakat dalam Pelestarian dan Perlindungan Hutan

 NERCA Jakarta - Cargill yang merupakan perusahaan memproduksi minyak sawit berkelanjutan memberikan pendanaan sebesar Rp 49 miliar (US$ 3,5 juta)…

Sinergi Kemendag dan Pemerintah Papua Barat Pastikan Harga Bapok Stabil

Sorong - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di Papua Barat untuk memastikan stabilitas harga dan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kementan Optimis 2020 Mengekspor Beras

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian optimis akan mengekspor beras disamping memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden…

Cargill Komit Mendukung Masyarakat dalam Pelestarian dan Perlindungan Hutan

 NERCA Jakarta - Cargill yang merupakan perusahaan memproduksi minyak sawit berkelanjutan memberikan pendanaan sebesar Rp 49 miliar (US$ 3,5 juta)…

Sinergi Kemendag dan Pemerintah Papua Barat Pastikan Harga Bapok Stabil

Sorong - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di Papua Barat untuk memastikan stabilitas harga dan…