Keragaman Imlek di Tanah Air - Imlek Nusantara 2015

Indonesia memang memiliki beragam warisan kebudayaan yang terus terjaga dengan baik hingga saat ini. Dilatari penduduk yang heterogen, Indonesia adalah negara dengan keragaman suku dan budaya yang amat tinggi. Salah satu suku yang telah memberikan pengaruh cukup besar dalam perjalanan bangsa ini adalah masyarakat Tionghoa. Komunikasi budaya antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat pribumi telah menguatkan identitas Indonesia sebagai bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Dalam waktu yang amat panjang, masyarakat Tionghoa telah berakulturasi dengan warga pribumi dari berbagai suku di Tanah Air. Meleburnya warga Tionghoa di negeri ini jelas menjadi bukti adanya daya kohesi budaya yang kuat. Pembauran budaya tersebut bahkan terjadi saat perayaan Tahun Baru Imlek yang telah menjadi bagian dari kebudayaan dan tradisi ribuan tahun.

Imlek bagi warga Tionghoa bukan hanya sekadar ritual rutinitas tahunan saja melainkan juga warisan budaya yang menyatu dengan kepercayaan. Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama penanggalan Tionghoa dan berakhir di hari kelima belas lewat perayaan Cap Go Meh. Tahun ini, Imlek jatuh pada 19 Februari hingga 5 Maret 2015. Imlek biasanya identik dengan berdoa, perjamuan makan keluarga, penyulutan kembang api, juga pemasangan ornamen oriental seperti lampion, gambar para Dewa, hio, dupa, patung naga, barongsai serta ucapan Gong Xi Fat Chai.

Di Pelosok Indonesia banyak daerah yang akan memeriahkan perayaan Imlek. Singkawang dengan perayaan Cap Go Meh yang disebut-sebut sebagai event terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, ada juga di Semarang dengan Pasar Imlek Semawis, Solo dengan Grebek Sudiro, Medan dengan Gebyar Imlek Fair, Palembang dengan beragam kegiatan di China Town Dempo, serta daerah lainnya di Tanah Air.

Untuk memeriahkan dan mempromosikan perayaan Imlek di Indonesia dan meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) c.q. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Indonesia, menerapkan strategi promosi pariwisata secara terintegrasi antara cetak, elektronik, online, ruang, dan kegiatan aktivasi. Salah satunya kali ini adalah dengan mengajak 14 orang komunitas sosial media mengikuti kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) Imlek untuk menjelajahi destinasi di Semarang dan Solo dalam rangka perayaan tahun baru Imlek 14 -19 Februari 2015.

14 orang komunitas sosial media tersebut terdiri dari blogger, videographer, photographer, dan travel buzzer yang akan membantu Kemenpar mempromosikan tujuan wisata dan untuk mengajak masyarakat Indonesia agar menjadi duta pariwisata negaranya sendiri. Mereka akan mempromosikan tujuan dan atraksi wisata yang disambangi melalui berbagai saluran media online yang ada. Ajakan viral ini juga diikuti dengan diumumkannya peluncuran program #ImlekNusantara.

Selain itu, Kemenpar juga menyelenggarakan kompetisi foto bertajuk Pesona Indonesia Wonderful Imlek yang bertujuan untuk menghadirkan keragaman budaya Indonesia sebagai cerminan dari Bhinneka Tunggal Ika. Wonderful Imlek diharapkan dapat memperlihatkan suasana kemeriahan persiapan dan kegiatan Imlek dan Cap Go Meh di berbagai tempat di Indonesia. Pendaftaran kompetisi ini dimulai 5 Februari - 31 Maret 2015 dan peserta boleh mengunggah foto sebanyak-banyaknya. Akan ada 8 orang pemenang yang akan diumumkan dengan dua teratas berhak mendapatkan hadiah tiket PP Jakarta-(Pontianak) Singkawang di Kalimantan Barat, dan tiket PP Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung. 6 pemenang lainnya akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, voucher hotel dan voucher belanja. Untuk informasi lebih jelas dapat dilihat di laman www.indonesia.travel.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menjelaskan bahwa perayaan Imlek memiliki daya tarik yang hebat untuk wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri, apalagi ini tidak hanya terjadi di satu daerah di Indonesia. Oleh karenanya, setiap warga negara dapat membantu mempromosikan pariwisata Indonesia, termasuk secara online saat perayaan Imlek.

“Kami ingin mengajak setiap rakyat Indonesia dari berbagai daerah di Nusantara, untuk ayo, sudah saatnya kita semua menjadi duta pariwisata bangsa sendiri. Bersama-sama kita promosikan keindahan Indonesia dengan cara masing-masing. Mulai dengan cara yang paling mudah, yaitu melalui media online.”

Menpar Arief Yahya juga mengajak masyarakat untuk mengabadikan perayaan imlek di Tanah Air dan berbagi lewat jejaring sosial media dengan tagar #ImlekNusantara.

“Selain mengirimkan 14 orang komunitas sosial media ke Semarang dan Solo, saya juga ingin mengajak orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mengabadikan festival Imlek di daerahnya masing-masing dan membagikan momen itu ke media sosial menggunakan tagar #ImlekNusantara sehingga semua orang bisa melihat keberagaman perayaan Imlek dari berbagai pelosok Tanah Air”.

BERITA TERKAIT

Bagikan 1.507 Sertifikat Tanah Wakaf dan Sembako - Tiga Menteri Kunjungi Sukabumi

Bagikan 1.507 Sertifikat Tanah Wakaf dan Sembako Tiga Menteri Kunjungi Sukabumi NERACA Sukabumi – Tiga Menteri Kabinet Kerja, yakni Menko…

Sekitar 60 Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing di AS

Sekitar 60 Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing di AS NERACA Jakarta - Tim kuasa hukum sejumlah keluarga korban kecelakaan…

Pemerintah akan Investasikan Rp100 Trilliun untuk Ketahanan Air Bersih

      NERACA   Jakarta - Pemerintah berencana menginvestasikan anggaran senilai Rp100 triliun untuk pembangunan infrastruktur demi mewujudkan ketahanan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Gua Batu Cermin, Wisata ke Perut Bumi di Labuan Bajo

Saat memutuskan untuk pergi berwisata ke Labuan Bajo, NTT, sebagian besar pasti sudah membayangkan tentang keindahan pantai, keindahan bawah laut…

Ragam Atraksi Wisata di Pantai Bido

Menghabiskan waktu di pantai sembari menikmati suara debur ombak, desir angin, dan limpahan sinar mentari yang tidak ada habisnya adalah…

Jumlah Wisatawan yang Menginap di Banten Mulai Meningkat

Bencana tsunami yang melanda Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akhir Desember 2018 menyebabkan banyak sektor, termasuk pariwisata, harus…