MTF akan Garap KPR dan Multiguna - Semester II 2015

NERACA

Jakarta - PT Mandiri Tunas Finance berencana menggarap dua dari tiga lini bisnis baru pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan memberikan izin perusahaan pembiayaan (multifinance) memperluas lini usaha industri. Direktur Utama Mandiri Tunas Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo mengungkapkan, dua lini bisnis yang dimaksud yaitu KPR dan Kredit Multiguna.

Khusus KPR, dirinya memandang bahwa bisnis tersebut masih memberikan peluang besar. “Kami sudah siap menggarap bisnis properti. Salah satu cara untuk merealisasikannya adalah dengan bekerjasama dengan pengembang besar yang sebelumnya sudah melakukan kerja sama dengan Bank Mandiri,” kata Ignatius, di Jakarta, Senin (16/2).

Meskipun induk usahanya sudah terlebih dahulu memiliki bisnis KPR, namun Ignatius memastikan bahwa bisnis KPR yang digeluti MTF tidak akan berbenturan dengan Bank Mandiri. Pasalnya, MTF menyasar KPR dengan tenor atau jangka waktu di bawah 5 tahun atau tunai bertahap. Sementara Bank Mandiri menggarap KPR di atas 5 tahun.

“Segmennya tidak sama. Kalau kebutuhan pendanaan mungkin tidak besar, ya, sekitar 5% dari portofolio kita yang sebesar Rp20 triliun. Mungkin pendanaan yang dibutuhkan sekitar Rp500 miliar. Kalau tipe rumah yang digarap sejauh ini masih kita kaji,” tegasnya.

Selain KPR, lanjut Ignatius, Kredit Multiguna akan menjadi sasaran kedua MTF, dan yang menjadi fokus pembiayaan perseroan adalah pendidikan. “Sementara ini yang kita biayai untuk S-1 dan S-2 di perguruan tinggi negeri dan swasta dalam negeri dahulu. Ini menjadi perhatian kita karena pendidikan di Indonesia semakin tinggi. Keunggulan kita (kredit multiguna) antara lain rate (bunga) sekitar 5%-6% dan proses lebih cepat,” terang dia.

Untuk tahap pertama, sambung Ignatius, MTF akan bekerjasama dengan lima sampai enam perguruan tinggi di Pulau Jawa, baik negeri maupun swasta. Keduanya, menurut Ignatius lagi, akan terealisasi pada semester II-2015 mendatang. Mengenai kinerja, MTF menargetkan pembiayaan baru di 2015 sebesar Rp20 triliun, atau tumbuh sebesar 35% dari pencapaian pembiayaan tahun 2014 yang sebesar Rp14,8 triliun.

Pihaknya optimis dengan target tersebut sejalan dengan optimisme perumbuhan dari beberapa merek mobil yang dibiayai. "Kalau Gaikindo memprediksikan industri otomotif hanya targetkan tumbuh 5%-10%. Ada beberapa ATPM yang optimis tumbuh tinggi seperti merek Honda dan Suzuki. Kita banyak membiayai dua merek ini," ungkap Ignatius.

Selain itu, lanjut dia, MTF akan terus ekspansi ke daerah potensial di tahun ini, terutama daerah yang belum banyak digarap kompetitor. Seperti tahun lalu, MTF membuka cabang di Bontang, Tanjung Pinang, Ujung Batu, yang memang masih sedikit pemain industri pembiayaan.

Rencananya, MTF akan menambah jaringan dengan membuka sebanyak 32 kantor satelit baru dan 5 kantor cabang. menjelaskan, untuk 5 cabang nantinya akan hadir di Kalimantan Timur, Sulawesi dan Kupang-NTT. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…

Ekspor Tenun dan Batik Ditargetkan US$58,6 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk tenun dan batik pada tahun 2019 mampu menembus angka USD58,6 juta atau…

Pemerintah Perkuat Promosi Batik dan Kain Tenun

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, pada Pameran Adiwastra Nusantara tahun…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…