Konsolidasi, IHSG Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 48,670 poin (0,91%) ke level 5.325,495. Sementara Indeks LQ45 anjlok 11,018 poin (1,17%) ke level 926,804. Posisi IHSG yang kembali mencetak rekor berturut-turut, langsung dimanfaatkan investor untuk aksi ambil untung.

Analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, terkoreksinya IHSG masih dinilai wajar setelah mencatatkan poin tertingginya pada akhir pekan lalu,”Saat ini IHSG BEI berada dalam area konsolidasi pasca kenaikan itu, hal yang lumrah terjadi pada setiap pergerakan bursa,”ujarnya di Jakarta, Senin (16/2).

Menurut dia, koreksi IHSG BEI yang terjadi saat ini dapat dijadikan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian saham karena kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih memiliki fundamental yang baik.

Dirinya memproyeksikan, potensi indeks BEI kembali menguat masih terbuka dipicu oleh investor asing yang masih melakukan aksi beli terhadap saham-saham domestik,”Capital inflow terus berlanjut, IHSG BEI memiliki potensi untuk keluar dari fase konsolidasi dan melanjutkan pola gerakan 'uptrend',”ungkapnya.

Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado menambahkan bahwa pelaku pasar asing yang masih masuk ke pasar saham domestik menandakan perekonomian Indonesia cukup positif ke depannya,”Perekonomian yang baik akan berdampak pada industri pasar modal Indonesia sehingga dilirik investor,”tuturnya.

Transaksi investor asing pada perdagangan kemarin sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 617,973 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.727 kali dengan volume 5,562 miliar lembar saham senilai Rp 5,726 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 189 turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore dengan mixed cenderung menguat. Optimisme atas hasil perundingan antara Yunani dan Jerman terkait penyelesaian masalah utang bersama Uni Eropa jadi sentimen positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 18.500, BFI Finance (BFI) naik Rp 400 ke Rp 2.800, Lionmesh (LION) naik Rp 275 ke Rp 7.050, dan First Media (KBLV) naik Rp 240 ke Rp 2.250. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.225 ke Rp 35.100, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 800 ke Rp 6.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 25.000, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 10.000.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup terpangkas 20,534 poin (0,38%) ke level 5.353,631. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,037 poin (0,54%) ke level 932,785. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham unggulan yang sudah naik pada perdagangan pekan lalu. Investor domestik yang banyak melepas saham hingga siang.

Rekor intraday IHSG sebelumnya ada di level 5.380,837 yang dicetaknya pada perdagangan Jumat pekan lalu. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.733 kali dengan volume 2,009 miliar lembar saham senilai Rp 2,776 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 132 turun, dan 90 saham stagnan.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik sebesar 3,80 poin atau 0,07% ke posisi 5.377,97. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 0,96 poin atau 0,10% ke posisi 938,78,”Penguatan pada laju bursa saham global mampu mengimbangi potensi ambil untung pada awal perdagangan saham di BEI sehingga IHSG masih tetap berada di jalur positifnya," ujar Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Kendati demikian, menurut dia, pasca IHSG BEI menyentuh level tertinggi terbarunya pada akhir pekan lalu (Jumat, 13/2), laju IHSG cenderung akan terkonsolidasi terlebih dahulu, tetap waspadai potensi pembalikan arah seiring adanya aksi-aksi ambil untung.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan bergerak di kisaran 5.307-5.400 poin menyusul disepakatinya rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2015 yang diusulkan pemerintah oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Berdasarkan asumsi yang disepakati, maka pendapatan negara dan hibah dalam APBN-P 2015 sebesar Rp1.761,64 triliun. Asumsi itu terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp1.758,33 triliun dan penerimaan hibah Rp3,311 triliun. Belanja negara dalam APBN-P 2015 disepakati Rp1.984,1 triliun, yang terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp1.319 triliun, sedangkan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp664,6 triliun.

Adapun asumsi dasar yang disepakati, yakni pertumbuhan ekonomi 5,7%, inflasi 5%, nilai tukar rupiah Rp12.500 per dolar AS, harga minyak mentah US$ 60 per barrel, lifting minyak bumi 825.000 barrel per hari. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 39,31 poin (0,16%) ke 24.721,85, indeks Bursa Nikkei naik 134,23 poin (0,75%) ke 18.047,42, dan Straits Times melemah 8,12 poin (0,23%) ke posisi 3.418,51. (bani)

BERITA TERKAIT

IHSG MENGUAT JELANG PEMILU

Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sehari menjelang Pemilu 2019…

Tren Jelang Pemilu - Khawatiran Investor Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/4), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

IHSG Rawan Koreksi Jelang Pilpres - Dirut BEI Pastikan Pasar Oke dan Masih Wajar

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang Pemilu yang tinggal menghitung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…