Calon Emiten Bakal Listing di Kuartal Dua

NERACA

Jakata – Setelah PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) listing di pasar modal pada awal tahun ini, rencananya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kebanjiran calon emiten yang bakal menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal kedua.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, akan ada lagi perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) pada awal kuartal II tahun ini. Dimana perusahaan tersebut sudah melakukan paparan dan laporan keuangan yang digunakan adalah buku Desember tahun lalu,”Mulai ada expose ke BEI, tapi yang masuk bukan bulan ini, akan ada listing di bulan April," ujarnya di Jakarta, Senin (16/2).

Menurutnya, karena yang akan digunakan adalah buku Desember, maka tidak ada lagi yang IPO pada kuartal I tahun ini. Sedangkan yang menggunakan buku September untuk IPO disebutnya jarang dilakukan,”Kebanyakan gunakan buku Desember. Kebanyakn di April, Mei, Juni. Pipeline yang masuk banyak tapi bagaimana mengatur harinya mereka yang atur sendiri jadwal IPO-nya," jelas Ito.

Untuk ada tidaknya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan melakukan IPO, dirinya belum mau berkomentar,”BUMN tanya ke Menteri BUMN. Saya no comment saja kalau ada yang daftar atau tidak. Tahun ini sendiri kami optimistis target tercapai karena sebagian tahun lalu yang menunda IPO, jadi tahun ini," pungkasnya.

Sekadar informasi, BEI pada tahun ini menargetkan jumlah emiten baru sebanyak 32. Jumlah tersebut bertambah delapan emiten baru dibanding realisasi tahun lalu, yang hanya 24 emiten dari target revisi sebanyak 25 emiten.

Di era pemerintahan presiden Jokowi dan Jusuf Kalla, banyak pelaku pasar modal berharap pemerintah bisa memuluskan rencana IPO BUMN guna meningkatkan likuiditas pasar modal. Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan pernah bilang, banyak perusahaan BUMN yang sebenarnya potensial masuk bursa lewat mekanisme IPO pada tahun ini.

Namun, karena ketatnya birokrasi tahun ini IPO BUMN cuma terjadi sekali, yakni terakhir kali pada Wika Beton. Itupun cuma sekelas anak usaha BUMN,”Ya seperti kita tahu untuk IPO di Indonesia harus lewat DPR. Itu yang menentukan apakah BUMN harus IPO atau tidak,” katanya.

Tahun ini, IPO BUMN bisa marak kembali. MenurutHariyajid, paling tidak saat ini ada 30 BUMN yang benar-benar potensial untuk IPO. Namun, dirinya tidak bisa menyebut satu persatu BUMN tersebut mengingat dari 30 BUMN itu sebagian juga merupakan anak usaha BUMN. “Saya pikir ada 30 BUMN yang benar-benar potensial, baik dari level anak usaha hingga induk usaha,” jelasnya.

Setidaknya ada beberapa BUMN yang gagal IPO tahun ini, yakni PT Garuda Maintenance Facilities, PT PLN Batam, dan PT Perkebunan Nusantara VII. Kendati demikian, tidak lantas membuat rencana tersebut benar-benar terhenti. Ketiga BUMN ini kemungkinan besar berpotensi melakukan IPO pada 2015 ditambah beberapa BUMN yang rencanakan IPO tahun depan seperti PT Phapros Tbk dan Jiwasraya. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…