Kemenperin: Ada Tiga Prioritas Pembangunan Industri - RPJMN 2015 - 2019

NERACA

Yogyakarta - Sekertaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Anshari Bukhari menyebutkan arah kebijakan dari pembangunan industri nasional seperti yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN) 2015-2019 meliputi tiga hal. "Ada tiga hal yang akan menjadi prioritas kami (Kemenperin) dalam pembangunan industri nasional selama tahun 2015 hingga 2019," katanya saat menghadiri workhsop yang mengangkat tema "Membangun Struktur Industri yang Kuat dan Berdaya Saing", di Yogyakarta, Senin, (16/2).

Pertama adalah pengembangan perwilayahan industri di luar pulau jawa yang meliputi pembangunan kawasan 14 kawasan industri, selain itu juga kami akan fokus membangun 22 Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) yang meliputi 11 kawasan timur dan 11 kawasan barat Indonesia.

Menurutnya, pembangunan kawasan ini merupakan adalah upaya agar tidak ada ketimpangan industri antara Jawa dan luar Jawa. Oleh karenanya, ini tidak akan terealisasi jika tidak ada dukungan dari semua yang terlibat. "Dalam pembangunan kawasan ini tidaklah mudah. Untuk itu perlu ada komitmen kerjasama antara instansi terkait baik pusat maupun daerah," ujarnya.

Kedua, penumbuhan populasi industri. Dalam hal ini pemerintah menargatkan adanya penambahan setidaknya 9.000 usaha berskala besar dan sedang, dan 20.000 industri berskala kecil, dimana 50 persen dari pertumbuhan industri itu ada di luar Jawa. Dan ketiga, adalah peningkatan daya saing dan produktifitas. "Selain penambahan industri, tentu upaya yang harus dilakukan adalah agar produk yang dihasilkan dari industri kita bisa berdayasaing dan kompetitif," ucapnya.

Lebiha jauh lagi pak Sekjen menuturkan arah kebijakan industri di bawah presiden Jokowi - JK lebih pada penekan target secara kuantitatif, dimana semua target-terget yang ditetapkan berdasarkan besaran jumlah yang harus dicapai. Oleh karenanya tentu akan menjadi upaya keras dari kami untuk mampu mengejar target-target yang sudah ditetapkan. "Bicara masalah industri memang bukan serta merta tugas dari Kementrian Perindustrian saja, untuk dapat mencapai target itu tentu harus ada kordinasi yang kuat disemua elemen yang terlibat," tuturnya.

Libatkan Investor

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri, Kemenperin, Imam Haryono menambahkan untuk dapat membangun kawasan-kawasan industri tentu perlu melibatkan banyak investor. Karena untuk membangun itu dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar 192,44 trilliun, oleh karenanya peran swasta disini juga sangat tinggi. "Disini kami hanya mampu menetapkan, mengatur, dan membina kawasan industri, actionnya ada diswasta. Makanya peran swasta besar dalam merealisasikan pembangunan kawasan industri nasional," katanya.

Tapi memang, lanjut dia lagi kalau kawasan industri dapat terealisasi maka akan menumbuhkan pemerataan ekonomi. Dimana selama ini masih ada ketimpangan ekonomi antara Jawa dan luar jawa sebesar 57,99 persen banding 42,01 persen. Ini dikarenakan saat ini industri masih berpusat di pulau Jawa yang mana jumlah unit usaha industri besar dan sedang luar jawa hanya 16,96 persen, masih kalah jauh dengan jawa sebesar 83,04 persen. "Makanya dengan rencana program pembangunan kawasan industri, diharapkan nanti industri bisa tumbuh di luar jawa yang dampaknya akan menumbuhkan ekonomi daerah tersebut," tambahnya.

Sementara itu, menurut Kapala Pusat Pengkajian Kebijakan Iklim dan Usaha Industri, Kemenperin, Haris Munandar mengatakan sebagai langkah menarik investasi maka pemerintah harus memberikan fasilitas maupun insentif untuk para investor baik berupa fiskal, non fiskal, maupun moneter. "Sebagai daya tarik untuk investor di sektor industri, kami akan tetap memberikan insentif berupa tax holiday, tax allowance, bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP), sampai dengan pembebasan bea masuk untuk penanaman modal," ujarnya.

Penopang Industri

Sedangkan menurut Direktur Jenderal IKM Euis Saidah, adanya upaya pembangunan kawasan industri di luar jawa merupakan langkah yang tepat agar Industri Kecil Menengah bisa tumbuh beriringan. Karena nantinya diharapkan IKM-IKM inilah yang menjadi penopang bagi industri-industri besar. "Sejalan dengan upaya kami di Direktorat IKM, adanya rencana pembangunan kawasan industri di luar pulau jawa maka akan semakin menggairahkan IKM-IKM luar jawa bisa tumbuh lebih cepat," ujarnya.

Mengingat, selama ini pertumbuhan IKM didorong oleh perkembangan industri skala besar. Seperti contoh kondisi umum industri skala besar yang 70% berlokasi di Pulau Jawa, IKM juga demikian. Perbandingan antara pengusaha di Jawa dan pulau lain sebesar 62,17% : 37,83%. Oleh karena itu dalam lima tahun mendatang penyebaran IKM tetap diutamakan untuk mendekati industri besar. "Jika ada industri besar maka IKM akan tumbuh dengan sendirinya, begitu juga sebaliknya," tandasnya.

Karena mengingat, selama ini keterlibatan IKM masih sangat minim terhadap industri besar. Padahal jika itu bisa dilakukan, kontribusi IKM sebagai penopang industri besar sangat besar, terutama guna pemenuhan kebutuhan bahan baku. "Harapannya dengan adanya pembangunan kawasan industri di luar jawa, nantinya akan menggairahkan IKM daerah tersebut ikut tumbuh dan memunculkan IKM serta wirausahawan baru terutama di luar jawa," tukasnya.

BERITA TERKAIT

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…