IHSG Masih Dalam Tren Penguatan

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin, menjadi sejarah baru kembali mencetak rekornya indeks harga saham gabungan (IHSG) ke posisi 5.374,16 poin. Padahal pada beberapa hari sebelumnya juga menorehkan rekor baru di pekan yang sama.

Kata Kepala Riset Recapital Securities, Andrew Argado, faktor eksternal menjadi penopang IHSG BEI kembali menembus rekor barunya,”Adanya kesepakatan gencatatn senjata antara Rusia dan Ukraina membuat bursa saham global mengalami peningkatan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Andrew Argado, gencatan senjata itu membuat harga minyak dunia kembali meningkat mendorong saham-saham global di sektor energi, termasuk di Indonesia mengalami peningkatan. Terpantau harga minyak dunia bergerak ke level US$ 51,92 per barel.

Dari dalam negeri, lanjut dia, ekspektasi kinerja keuangan emiten Indonesia untuk tahun buku 2014 juga cukup positif meski pada kuartal IV muncul sentimen negatif seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dapat membuat beban emiten meningkat,”Namun, secara tahunan kinerjanya masih positif, sejauh ini baru beberapa emiten perbankan yang melaporkan hasil kinerjanya yang membukukan kenaikan," katanya.

Dia menuturkan, investor asing melihat industri pasar modal Indonesia memiliki kinerja yang baik seiring dengan data perekonomian indonesia yang telah dirilis diantaranya inflasi yang terkendali, defisit neraca perdagangan Indonesia yang mengecil serta cadangan devisa Indonesia yang mengalami peningkatan.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan masih diburu aksi beli investor dan trennya akan kembali menguat. Mengakhiri perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup menanjak 30,754 poin (0,58%) ke level 5.374,165. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 8,895 poin (0,96%) ke level 937,822.

Sembilan sektor di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin indeks sektor infrastruktur. Hanya satu sektor yang masih melemah yaitu agrikultur. Transaksi investor asing hingga tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,2 triliun di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.552 kali dengan volume 4,996 miliar lembar saham senilai Rp 6,117 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 142 turun, dan 102 saham stagnan. Rata-rata bursa regional berhasil ditutup menguat, hanya pasar saham Jepang yang masih ketinggalan di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Lionmesh (LION) naik Rp 1.000 ke Rp 6.775, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 675 ke Rp 6.800, Unilever (UNVR) naik Rp 650 ke Rp 36.325, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 55.400. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Inti Agri (IIKP) turun Rp 610 ke Rp 1.835, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 300 ke Rp 9.875, Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 250 ke Rp 5.375, dan Centex (CNTX) turun Rp 250 ke Rp 17.225.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 24,755 poin (0,46%) ke level 5.368,166. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,209 poin (0,78%) ke level 936,136. Aksi beli ramai dilakukan investor asing. Tujuh sektor di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin indeks sektor konsumer dan finansial. Tiga sektor yang masih melemah adalah agrkultur, industri dasar, dan aneka industri. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan.

Diawal perdagangan, IHSG juga dibuka naik 20,57 poin atau 0,38% menjadi 5.363,98. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 6,66 poin (0,72%) menjadi 935,59. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina menjadi sentimen positif bagi pasar saham AS dan Eropa, situasi itu menjadi katalis positif bagi indeks bursa Asia termasuk IHSG BEI,”Membaiknya pasar global mendukung pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini untuk melaju ke area positif di tengah masalah utang Yunani yang belum menemukan titik temu," kata Alfiansyah.

Menurut dia, ke depannya pasar masih dibayangi oleh kecemasan terhadap keputusan yang dilakukan oleh pemerintah Yunani berkenaan dengan dana talangan mengenai masalah utangnya, potensi tekanan bagi pasar masih besar seiring belum ada kejelasan mengenai kesepakatan antara Yunani dan Troika yang terdiri atas Bank Sentral Eropa (ECB), Komisi Eropa (EC) dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menambahkan, masih mengalirnya dana asing ke pasar saham domestik menggambarkan bahwa keyakinan investor terhadap kondisi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik,”IHSG dalam jangka pendek masih berada dalam tren penguatan," kata William.

Sementara itu dalam data BEI per 12 Februari 2015 tercatat, pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp4,875 triliun. Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 147,76 poin (0,61%) ke 24.569,91, indeks Bursa Nikkei turun 63,77 poin (0,36%) ke 17.915,23, dan Straits Times menguat 0,59 poin (0,06%) ke posisi 3.418,51. (bani)

BERITA TERKAIT

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil

YLK Sumsel Masih Temukan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil NERACA Palembang - Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan (Sumsel) masih menemukan jajanan…

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah - Wakil Walikota Sukabumi

Tingkat Literasi Kalangan ASN Masih Rendah Wakil Walikota Sukabumi NERACA Sukabumi - Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, tingkat…

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…