STP Terbitkan Global Bond US$ 300 Juta

Perusahaan menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) melangsungkan penawaran awal obligasi global (global bond) senilai US$ 300 juta. Sebelumnya, perseroan menargetkan hingga sebesar US$ 650 juta. Informasi tersebut disampaikan Global Capital dalam laporannya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan surat utang itu untuk melunasi pinjaman jangka panjang, modal kerja, dan membiayai kebutuhan investasi. Penawaran awal global bond perseroan dilakukan pada Kamis (12/2). BNP Paribas, HSBC, ING, JP Morgan, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai joint bookrunners.

Solusi Tunas menawarkan obligasi dengan jangka waktu lima tahun dan kupon 6,5%. Sebelumnya, perseroan menggelar roadshow ke sejumlah negara dalam rangka menggaet investor asing. “Kami roadshow ke Singapura, Hong Kong, dan London. Untuk jumlah penerbitan tidak harus sekaligus US$ 650 juta, size-nya itu akan tergantung market,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Solusi Tunas Pratama, Juliawati Gunawan.

Per Januari 2015, Solusi Tunas mengantongi utang pinjaman dalam valuta asing berdenominasi dolar Amerika Serikat senilai total US$ 553,4 juta. Pinjaman tersebut bakal jatuh tempo pada Juni 2015. Juliawati pernah menjelaskan, penerbitan obligasi dilakukan guna memberikan tambahan likuditas perseroan. Aksi penerbitan obligasi ini bakal melengkapi aksi rights issue Solusi Tunas.

Pada Desember 2014, pemegang saham menyetujui rencana penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Solusi Tunas menerbitkan sebanyak 381,2 juta saham baru atau setara 32,4% dari modal ditempatkan dan disetor. Harga penawaran yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 7.000 per saham. Perseroan diperkirakan mengantongi dana sekitar Rp 2,4 triliun dari rights issue tersebut.

Sesuai rencana, sebanyak 71,4% dana hasil rights issue digunakan untuk pelunasan pinjaman kepada konsorsium bank internasional. “Sementara sekitar 19% dana hasil rights issue akan digunakan untuk pelunasan utang pokok kepada pemegang saham,” kata Juliawati.

Lebih lanjut, pada 23 Desember 2014, Solusi Tunas dan PT XL Axiata Tbk (ECXL) menuntaskan transaksi penjualan dan pengalihan 3.500 menara telekomunikasi. Solusi Tunas membeli menara tersebut senilai Rp 5,6 triliun. Dengan akuisisi tersebut, jumlah menara Solusi Tunas mendekati 7.000 menara pada tutup tahun 2014. Tahun ini, Solusi Tunas membidik pendapatan sebesar Rp 1,89 triliun, atau melesat 80% dibanding proyeksi pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp 1,05 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Angka Harapan Hidup Global Meningkat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat peningkatan angka harapan hidup global sebesar 5,5 tahun dalam rentang 2000 hingga 2016. Wanita diprediksi…

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasca Pemilu 2019 - Trafik Layanan Data Ikut Terkerek Naik

NERACA Jakarta – Momentum pemilihan umum (Pemilu) menjadi berkah tersendiri bagi emiten operator telekomunikasi. Pasalnya, trafik layanan data mengalami pertumbuhan…

Pemilu Berjalan Damai - Pelaku Pasar Modal Merespon Positif

NERACA Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019, data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin menunjukkan respon positif,…

Performance Kinerja Melorot - Mandom Royal Bagi Dividen Rp 84,45 Miliar

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp…