Nafas Panjang Jasa Marga di Bisnis Jalan Tol - Terbitkan Rights Issue

NERACA

Jakarta – Komitmen pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla yang ingin menghubungkan seluruh jalan tol di pulau Jawa, mulai dari Merak hingga Surabaya disambut positif para operator jalan tol dan termasuk PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang tengah agresif mengembangkan beberapa ruas jalan tol, disamping pembangunan 9 ruas jalan tol baru. Menyadari bisnis jalan tol membutuhkan pendanaan yang kuat dan proses panjang, belum lagi ditambah proses pembebasan lahan menjadi tantangan sendiri yang harus di hadapi perseroan.

Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan optimisme Jasa Marga untuk membidik beberapa proyek baru jalan tol yang akan ditenderkan pemerintah,”Saat ini, kita ikut tender pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja di Jawa Barat,”kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman.

Menurutnya, perseroan berharap besar terhadap proyek jalan tol di Jawa Barat karena menghubungkan beberapa ruas jalan tol yang sudah ada. Disamping itu, proyek ini juga mempertimbangkan efisiensi karena pembangunan jalan tol merupakan investasi yang besar.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga tengah membidik pembangunan ruas jalan tol Balikpapan- Samarinda,”Untuk proyek tol di kawasan timur, kita sudah kirim tim kesana dan ini prospek bagus karena akan ada kawasan ekonomi khusus,”ungkapnya.

Mengingat besarnya investasi untuk mengembangkan 9 ruas jalan tol dan termasuk beberapa ruas tol baru yang akan dibidik. Rencananya, tahun depan, perseroan bakal menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Kata Adityawarman, aksi korporasi ini merupakan upaya perseroan untuk memperoleh suntikan modal melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Perseroan ingin menghimpun dana segar yang akan digunakan untuk ekspansi usaha, membayar pinjaman, atau untuk modal kerja,”Kami berencana menggelar aksi korporasi penerbitan rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp7 triliun,”paparnya.

Dia menjelaskan, pada tahun ini tidak ikut menerima PMN karena belum memenuhi kesiapan lahan secara keseluruhan. Pasalnya, perseroan dalam mengarapkan PMN tidak hanya mengincar uangnya saja, tetapi juga kesiapan lahan konstruksinya,”Percuma ada uangnya tapi belum bisa digunakan, bisa jadi apa itu?" tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini masih menjadi pemegang saham mayoritas perseroan dengan porsi 70%, maka dana yang harus digelontorkan pemerintah melalui PMN sebesar Rp4,9 triliun. Kemudian soal rencana menerbitkan obligasi, perseroan belum ingin melakukannya karena suku bunga sedang tinggi.

Perseroan mengalokasikan dana sedikitnya Rp1,5 triliun untuk persiapan akuisisi proyek Jalan Tol Solo-Kertosono sepanjang 176,7 kilometer."Kami siapkan sedikitnya Rp1,5 triliun untuk masuk sebesar 55-60% saham di proyek itu karena total proyek diperkirakan Rp9 triliun,”kata Adityawarman.

Jalan tol Solo-Kertosono terbagi dalam dua ruas yakni Solo-Ngawi sepanjang 90,1 km yang dioperasikan PT.Solo Ngawi Jaya (SNJ) dan Ngawi Kertosono sepanjang 86,6 km yang konsesinya dipegang PT Ngawi Kertosono Jaya. Kedua BUJT ini adalah milik PT Thiess Contractors Indonesia (TCI). Dari dua ruas tol tersebut, pemerintah mendapatkan porsi untuk membangun 40 km, dengan perincian 15 km di Solo-Ngawi dan 25 km di Ngawi-Kertosono dan sisanya menjadi tanggung jawab BUJT. (bani)

BERITA TERKAIT

Menjaga Pertumbuhan Bisnis - Setelah Gojek, BIRD Terbuka Berkolaborasi

NERACA Jakarta –Menjaga eksistensi PT Blue Bird Tbk (BIRD) ditengah ketatnya persaingan bisnis transportasi onlinel, maka kolaborsai menjadi pilihan yang…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…