2015, Masyarakat Didorong untuk Berinvestasi - Didukung Beberapa Faktor

NERACA

Jakarta - Tahun 2015 dinilai tahun yang tepat bagi masyarakat untuk berinvestasi di pasar keuangan lantaran didukung beberapa faktor eksternal dan internal. Executive Director and Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia, Bambang Simon Simarno, menilai bahwa tahun ini adalah titik balik bertumbuhnya investasi.

"Saya optimis kalau tahun 2015 merupakan 'turning point' (titik balik) yang signifikan, karena ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan akan positif. Itu dampaknya akan positif, terutama bagi ekonomi Indonesia," ujar Bambang, di Jakarta, Kamis (12/2).

Dia melihat ekonomi global akan terus tumbuh dan juga kebijakan bank sentral di dunia masih akan terus mendukung pertumbuhan di pasar saham maupun obligasi. "Inflasi juga akan cenderung lebih rendah dan terkendali," tambahnya.

Dengan inflasi yang lebih rendah, lanjut Bambang, diperkirakan suku bunga deposito akan menjadi lebih rendah, sehingga masyarakat akan mencari alternatif produk investasi selain deposito.

Khusus di Indonesia, Bambang mengatakan jika suku bunga deposito cukup tinggi dibandingkan negara lain di kawasan, di mana bunganya dikisaran 6%-10%. “Di Singapura saja suku bunga depositonya di bawah satu persen, sehingga banyak produk investasi alternatif lainnya yang tumbuh," terangnya.

Kendati demikian, Bambang juga menilai bahwa kondisi pasar akan lebih bergejolak dibandingkan tahun lalu. Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed diproyeksikan akan mulai menaikkan suku bunga di semester II 2015 untuk pertama kalinya sejak 2006 silam.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Standard Chartered Bank Indonesia, Shee Tse Koon, mengungkapkan pihaknya memberi edukasi kepada masyarakat luas dan nasabah perusahaan tentang pentingnya berinvestasi melalui seminar edukasi 'Wealth-on-Wealth' (WoW) yang diadakan di empat kota besar di Indonesia dengan maksud mendukung perekonomian Indonesia.

"Kami memiliki hubungan yang mendalam dengan masyarakat di Indonesia dan berkomitmen menjadi penasihat keuangan nasabah yang terpercaya," kata Tse Koon. Dari tahun ke tahun, lanjut dia, animo masyarakat terhadap investasi semakin tinggi dan pihaknya berharap dapat terus menjadi salah satu pemain utama di bisnis wealth management di Indonesia.

Selain Jakarta, tiga kota besar lainnya, Surabaya, Bandung dan Medan, juga menyelenggarakan seminar serupa. “Empat kota besar ini dipilih karena jumlah nasabahnya besar dan kantor cabang kami juga ada di sana. Surabaya sudah lebih dahulu diadakan seminar. Selanjutnya di Bandung tanggal 24 Februari dan Medan tanggal 10 Maret 2015,” tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Bank Daerah dan Swasta Didorong Ikut Danai Proyek Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT)…

DPR Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu

DPR Imbau Masyarakat Waspadai Peredaran Uang Palsu NERACA Sukabumi - Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menghimbau agar seluruh…

Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Masuki Era 4.0

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0. Berdasarkan peta jalan Making…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…