Jepang Siap Investasi US$1,3 Miliar - Penanaman Modal

NERACA

Jakarta – Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga mengatakan pihaknya menerima delapan perusahaan asal Jepang yang telah siap menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia. Kedelapan perusahaan asal Jepang tersebut bergerak dalam sektor kelistrikan, industri padat karya, pertanian, maritim, automotif, susbtitusi impor, infrastruktur dan jasa.

Dari delapan perusahaan Jepang yang ingin masuk ke Indonesia, sambung Himawan, hanya ada empat perusahaan saja yang sudah menyatakan besaran nilai investasinya, sementara sisanya akan menyusul. “Totalnya USD1,3 miliar yang sudah komitmen sampai 10 Februari. Sedangkan empat lagi sedang pendalaman,” kata Himawan, di Jakarta, Kamis (12/2).

Ia menjelaskan, keempat perusahaan yang sudah memberikan besaran nilai investasi tersebut, yang pertama adalah industri bahan baku hilir surfaktan yang melakukan perluasan dari industri yang ada saat ini. Perluasan tersebut dilakukan di Dumai, Riau dan Cilegon, Banten dengan nilai komitmen investasi sebesar USD260 juta.

Kedua adalah perluasan industri automotif di Bekasi, Jawa Barat dengan nilai komitmen investasi sebesar USD600 juta. Kemudian, lanjut dia, adalah investasi di bidang theme park (taman hiburan) dengan nilai sebesar USD430 juta. “Di bidang theme park itu sejak satu tahun lalu prosesnya. Dan mereka sudah sampai menjajaki lokasi-lokasi dan mempelajari pasar yang memiliki daya beli. Untuk daerahnya sendiri mengerucut di sekitar Jakarta,” papar dia.

Keempat, lanjut dia, perusahaan yang telah menyampaikan komitmen nilai investasinya adalah pembibitan sapi perah di Jawa Barat dengan nilai investasi sebesar USD25,8 juta. Ia menambahkan, keempat perusahaan yang telah berkomitmen menanamkan investasinya di Indonesia namun belum menyatakan nilainya adalah perusahaan yang akan melakukan perluasan di bidang kelistrikan di Sei Mangkei, Sumatera Utara.

“Kemudian industri yang produksi purified terephtalic acid (PTA), ini masih belum menetapkan lokasi statusnya perluasan. Selanjutnya adalah industri perikanan yang sedang perluasan dan cari lokasi. Sedangkan yang terakhir adalah industri bidang usaha pengelolaan sampah di Tangerang,” pungkas Himawan.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur Dan Pengembangan Wilayah BKPM, Luky Eko Wuryanto menyambut baik investasi Jepang di Indonesia yang akan berlangsung pada 2015. “Saat ini Anda tepat datang ke Indonesia, Anda mencari mitra yang tepat untuk berinvestasi. Saya yakin Jababeka adalah salah satu pebisnis di Indonesia yang rajin berkomunikasi dengan kementerian kami dan bisa memberi saran kepada kami tentang investasi apa saja yang disajikan,” kata Luky.

Salah satu yang ditawarkan adalah tentang keuntungan investasi di Indonesia yakni dengan adanya zona khusus untuk industri seperti Jababeka yang terletak di Cikarang, Jawa Barat. Jababeka adalah kawasan industri yang terintegrasi dan terletak di sebelah timur Jakarta, di dalamnya tidak sekadar berbagai pabrik untuk industri, tetapi ada juga berbagai fasilitas layaknya sebuah kota modern. S.D Darmono menganggap bahwa investor asing yang hendak berinvestasi ke Indonesia harus membuat kawasan seperti Jababeka sehingga investor nyaman dan aman menanamkan modal di Indonesia.

Kota Jababeka didirikan pada tahun 1989 dan merupakan perusahaan pengembang kawasan industri terbuka pertama di Indonesia, yang tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya sejak tahun 1994. Di kawasan Jababeka saat ini terdapat 1650 perusahaan nasional dan multi nasional yang terdiri lebih dari 30 negara, dan di dalamnya terdapat 700.000 pekerja dan ekspatriat.

BKPM saat ini melihat bahwa pertumbuhan dalam investasi di Indonesia selama lima tahun mendatang konsepnya masih dimatangkan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas yang diarmadai menterinya Andrinof Chaniago. “Saat ini masih direncanakan untuk limat tahun mendatang, dan masih dibicarakan di Bappenas, banyak yang masih direncanakan seperti mengenai transportasi, dan juga untuk pertanian, ketenagalistrikan, masih banyak lagi,” kata Luky.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengharapkan investasi perusahaan-perusahaan asal Jepang ke Indonesia bukan hanya mampu meningkatkan sektor industri dalam negeri, akan tetapi juga bisa membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar lebih berkualitas. Seperti diketahui bahwa Jepang menjadi salah satu negara yang terus berkomitmen untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Nusantara Properti Oversubscribed

NERACA Jakarta – Pada perdagangan Jum’at (18/1), saham perdana PT Nusantara Properti Internasional Tbk (NATO) akan resmi dicatatkan di Bursa…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi Diluncurkan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan…

Pemerintah Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur dalam upaya mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Untuk…

Kebutuhan Gula Seiring Kinerja Positif Industri Pengguna

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memproyeksi kebutuhan gula kristal rafinasi (GKR) untuk sektor industri makanan dan minuman serta industri farmasi…