Waspadai Profit Taking Diakhir Pekan

NERACA

Jakarta – Setelah sempat terkoreksi, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis sore mampu balik arah ke zona hijau pada detik terakhir penutupan perdagangan. Kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, masih adanya aksi beli pelaku pasar asing yang diiringi dengan maraknya pemberitaan akan disetujuinya penanaman modal di sejumlah BUMN menjadi salah satu penopang IHSG BEI,”Penanaman modal kepada BUMN akan mendorong perbaikan infrastruktur yang nantinya akan menopang perekonomian Indonesia, harapan itu yang menopang indeks BEI bertahan di area positif," katanya di Jakarta, Kamis (12/2).

Meski terjadi kenaikan, lanjut Reza Priyambada, fluktuasi IHSG cenderung mendatar, itu menandakan masih adanya aksi jual sebagian pelaku pasar sehingga berpotensi bagi indeks BEI mengalami pembalikan arah ke area negatif.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, bervariasinya bursa saham regional dan tertekannya rupiah tidak mempengaruhi IHSG BEI untuk terkoreksi, indeks BEI masih melanjutkan penguatannya seiring masih adanya optimisme kondisi industri pasar modal Indonesia yang kondusif.

Secara teknikal, lanjut dia, situasi yang masih cukup kondusif itu akan mendorong IHSG BEI masih dapat melaju untuk menuju level 5.420 poin ke depannya. Berikutnya, indeks BEI akhir pekan diproyeksikan akan tertekan karena aksi ambil untung investor yang memanfaatkan penguatan indeks BEI beberapa hari terakhir.

Menutup perdagangan Kamis sore, IHSG naik tipis 6,892 poin (0,13%) ke level 5.343,411. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 2,761 poin (0,30%) ke level 928,927. Saham-saham agrikultur dan infrastruktur yang jadi sasaran aksi beli.

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 942,25 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 238.607 kali dengan volume 5,243 miliar lembar saham senilai Rp 5,784 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 152 turun, dan 96 saham stagnan.

Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan sore menguat di zona hijau. Hanya bursa saham Singapura yang masih melemah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 325 ke Rp 25.425, Indo Tambangraya (IMTG) naik Rp 300 ke Rp 17.400, Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 300 ke Rp 8.200, dan Acset (ACST) naik Rp 300 ke Rp 4.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 425 ke Rp 65.325, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 425 ke Rp 10.175, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.400, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 54.950.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 9,436 poin (0,18%) ke level 5.327,083. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,757 poin (0,08%) ke level 925,409. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 124.802 kali dengan volume 2,575 miliar lembar saham senilai Rp 2,812 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 160 turun, dan 86 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak variatif hingga siang. Pelaku pasar masih menanti perkembangan Yunani dalam penyelesaian utang dengan Uni Eropa.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 18.500, Acset (ACST) naik Rp 445 ke Rp 4.945, Astra Agro (AALI) naik Rp 325 ke Rp 25.425, dan Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 250 ke Rp 8.150. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 35.225, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 425 ke Rp 65.325, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 54.900, dan Saratoga (SRTG) turun Rp 395 ke Rp 4.505.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat sebesar 5,53 poin seiring dengan sebagian pelaku pasar yang masih aktif melakukan aksi beli saham. IHSG BEI dibuka naik sebesar 5,53 poin atau 0,10% ke posisi 5.342,05, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 1,40 poin atau 0,15% ke posisi 927,56.

Analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri mengatakan, IHSG BEI bergerak menguat seiring dengan beberapa pelaku pasar masih mempertahankan posisinya untuk melanjutkan akumulasi di pasar saham domestik,”Kami mempertahankan rekomendasi beli untuk saham-saham perbankan, meski ada potensi aksi ambil untung," ujarnya.

Dirinya menyarankan kepada investor saham untuk melakukan transaksi secara selektif di tengah bervariasinya sentimen di eksternal seperti perkembangan negosiasi utang Yunani serta bursa AS yang masih melanjutkan kenaikannya.

Meski terjadi kenaikan, namun laju IHSG cenderung mendatar yang menandakan masih adanya aksi jual di tengah harapan penguatan lanjutan. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 56,37 poin (0,23%) ke 24.258,65, indeks Bursa Nikkei naik 268,97 poin (1,52%) ke 17.921,65, dan Straits Times melemah 27,53 poin (0,81%) ke posisi 3.417,48. (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Defisit Perdagangan

Data BPS mencatat neraca transaksi perdagangan Indonesia (NPI) pada akhir Desember 2018 defisit US$8 miliar lebih, kontras dengan periode akhir…

Waspadai Upaya KKB Ganggu Kinerja Pemerintah di Papua

  Oleh:  Aditya Pratama, Mahasiswa Universitas Indonesia Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diperkirakan akan menjadi  penghambat bagi pembangunan di wilayah…

Diburu Profit Taking, Laju IHSG Makin Loyo

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (14/1) awal pekan kemarin, seharian berada di zona…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…