MPPA Siapkan Capex Rp 800 Miliar

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan ekonomi tahun ini, terus dipacu PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) untuk mengembangkan bisnis lebih agresif lagi dan termasuk menambah jaringan baru. Oleh karena itu, untuk mendanai ekspansi tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal hingga Rp 800 miliar.

Danny Kojongian, Direktur dan Sekretaris Perusahaan MPPA mengatakan, dana belanja modal Rp 800 miliar akan digunakan untuk pembangunan baru sejumlah gerai ritelnya. Saat ini, perseroan masih tahap melakukan finalisasi anggaran.

Namun, secara rutin, perseroan biasanya menganggarkan belanja modal tahunan sekitar 4%-5% dari total pendapatan tahun ini. Adapun, manajemen menargetkan penjualan 2015 sekitar Rp 16 triliun, atau naik 15% dari tahun lalu. Maka, belanja modal MPPA tahun ini ada di kisaran Rp 640 miliar hingga Rp 800 miliar,”Kami akan penuhi belanja modal dari kas internal,”katanya di Jakarta, Kamis (12/2).

Dana tersebut utamanya akan digunakan untuk pembangunan gerai baru dan renovasi sejumlah gerai yang sudah ada. Sepanjang 2015, anak usaha Grup Lippo ini berencana membangun 13 gerai Hypermart baru. Selain itu, perseroan juga akan mendirikan sekitar lima gerai Foodmart di Jabodetabek. Dana itu, kata Danny, juga akan digunakan untuk merenovasi 10 gerai yang sudah ada.

Sebagai informasi, penjualan perseroan diperkirakan mencapai Rp16,738 triliun pada 2015, 19,46% di atas target penjualan 2014 sebesar Rp14,011 triliun. Adapun laba MPPA diprediksi mencapai Rp583 miliar, lebih tinggi 17% dari target laba Rp498 miliar pada 2014.

Dalam kajian riset PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyebutkan, perkiraan kenaikan penjualan tersebut didukung oleh industri ritel domestik yang masih tumbuh pada tahun 2015. Selain itu, perseroan juga agresif menambah gerai baru.

Menurut Pefindo, MPPA sedang memperbaharui konsep Hypermart untuk menjadi lebih modern dan nyaman bernama Generation 7. G7 adalah konsep ritel baru yang sesuai dengan kecenderungan konsumen Indonesia yang berkembang pesat. Konsep baru itu diperkirakan diterapkan pertama di Hypermart Karawaci, Tangerang, Banten, pada akhir tahun ini. Renovasi tersebut diperkirakan meningkatkan penjualan 10%-15%.

Hingga akhir September 2014, penjualan MPPA tumbuh 10% menjadi Rp10 triliun. Kinerja penjualan MPPA tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata industri yang hanya tumbuh 6% selama sembilan bulan 2014. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan kelas menengah dan konsumsi yang kuat di dalam negeri. Ke depan, MPPA diyakini akan tumbuh lebih cepat seiring dengan ekspansi yang agresif.

Belum lama ini, perseroan yang mengoperasikan Hypermart, Foodmart dan Boston Health & Beauty, membuka gerai Hypermart ke-109 di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Gerai dengan luas sekitar 4.500 m2 dengan jumlah SKU 30.000 ini menjadi gerai ke tiga di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak dan Kabupaten Singkawang yang baru diresmikan Januari 2015. Gerai di Ketapang ini menjadi gerai Hypermart ke-11 di Pulau Kalimantan.

Kata Danny Kojongian, pembukaan Hypermart Borneo City Mall Ketapang ini semakin memperkuat komitmen perseroan untuk tetap melanjutkan arah ekspansi bisnisnya di provinsi, kota, kabupaten dan kotamadya di luar pulau Jawa, dalam hal ini di area Kalbar. (bani)

BERITA TERKAIT

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Infinix Siapkan 3 Jagoan di Awal Tahun

Infinix Siapkan 3 Jagoan di Awal Tahun NERACA Jakarta - Meningkatnya kesuksesan penjualan hingga 30% di tahun 2018 membuat Infinix…

Harga IPO Rp 180 Per Saham - Citra Putra Realty Raup Dana Rp 93,6 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mengantungi pernyataan efektif untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari Otoritas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…